PROBOLINGGO, bolinggonews.com – Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur yang gagal rampung tepat waktu dan menjadi perhatian DPRD kota Probolinggo.
Meski batas akhir kontrak (P1) jatuh pada 22 Desember lalu, pengerjaan fisik proyek tersebut diketahui belum selesai sepenuhnya.
Muchlas, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memberikan kebijakan kompensasi berupa perpanjangan waktu pengerjaan.
Pemerintah kota telah memberikan kelonggaran untuk melakukan perpanjangan sampai 50 hari ke depan, agar pembangunan dapat memenuhi target DPRD kota Probolinggo.
Dengan asumsi progres saat ini mencapai 85%, ditargetkan pengerjaan akan tuntas pada bulan Februari mendatang,” ujarnya di lokasi peninjauan. Senin (29/12/24).
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak pelaksana dan konsultan pengawas, Muchlas menyebutkan bahwa kendala utama bukan lagi pada ketersediaan material.
Menurutnya, bahan bangunan sudah tersedia di lokasi dan kini hanya tinggal memasuki tahap pemasangan.
Selain menyoroti keterlambatan waktu, Komisi III DPRD kota juga memberikan catatan kritis terkait kualitas pengerjaan yang diharapkan menjadi perhatian oleh DPRD kota Probolinggo.
Muchlas menemukan beberapa titik bangunan yang secara estetika dan teknis dianggap kurang rapi.
“Kami melihat ada beberapa bagian dari tekstur bangunan yang tidak rata, bahkan ada yang melembung.
Kami sudah instruksikan kepada pelaksana agar segera diperbaiki, dan kami juga sudah menyampaikan hal ini kepada pihak pengawas untuk memastikan kualitas barang dan hasil kerjanya sesuai standar,” tegas Muchlas.
Pihak DPRD berharap sisa waktu perpanjangan ini dimaksimalkan dengan baik untuk memenuhi harapan DPRD kota Probolinggo. Muchlas optimis jika pengerjaan dilakukan secara fokus, pemasangan material yang tersisa bisa diselesaikan dalam waktu dekat.
Menanggapi inspeksi mendadak dan catatan kritis dari Komisi III DPRD Kota Probolinggo, pihak pelaksana proyek menyatakan komitmennya untuk segera menuntaskan pekerjaan fisik yang tersisa.
Slamet Priyadi, selaku pelaksana di lapangan, menegaskan bahwa proyek tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya dalam kurun waktu satu minggu ke depan.
Saat ini, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai angka 82 persen dan menjadi perhatian utama bagi DPRD kota Probolinggo.
Slamet menjelaskan bahwa tahap pengerjaan kini telah memasuki fase penyelesaian akhir, di mana fokus utama tim di lapangan adalah pada pemasangan elemen dekoratif.
“Satu minggu insyaallah selesai. Tinggal pemasangan ornamen-ornamen saja,” ungkapnya.
Terkait temuan Ketua Komisi III, Muchlas Kurniawan, mengenai adanya bagian struktur yang tidak rata dan miring, Slamet Priyadi memastikan pihaknya tidak akan menutup mata.
Ia berjanji akan melakukan evaluasi teknis dan perbaikan pada bagian-bagian yang menjadi sorotan dewan tersebut, terutama dari pihak DPRD kota Probolinggo.
“Ya nanti kita cek lagi, nanti diperbaiki,” kata Slamet menanggapi keluhan mengenai struktur yang dianggap tidak lurus oleh para wakil rakyat.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












