PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Memilih menu sahur yang tepat merupakan kunci utama agar ibadah puasa berjalan lancar. Sebab, asupan saat sahur menjadi sumber energi utama bagi tubuh selama belasan jam.
Oleh karena itu, Anda perlu memperhitungkan jenis nutrisi yang dikonsumsi agar tubuh tetap bugar.
Jika salah memilih menu, aktivitas puasa Anda bisa terganggu oleh berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan. Sebisa mungkin, hindarilah jenis makanan berikut saat sahur:
1. Makanan Tinggi Lemak
Makanan berlemak tinggi dapat memicu dua masalah pencernaan yang bertolak belakang. Pertama, lemak dapat menghambat proses pengosongan perut sehingga memperburuk gejala sembelit.
Di sisi lain, jenis makanan ini juga bisa mempercepat kerja sistem pencernaan yang justru memicu diare.
Dampaknya sangat bergantung pada jenis lemak yang dikonsumsi dan sensitivitas tubuh Anda. Untuk menghindari risiko konstipasi maupun diare selama berpuasa, sebaiknya batasi konsumsi gorengan atau santan berlebih saat sahur.
2. Makanan Terlalu Pedas
Makanan pedas dapat memicu rasa haus terus-menerus karena meningkatkan suhu tubuh dan metabolisme. Selain itu, bagi penderita gangguan mag, makanan pedas harus dihindari selama bulan puasa.
Rasa pedas dapat memicu kenaikan asam lambung dan berpotensi menyebabkan nyeri perut bagian atas (ulu hati) yang mengganggu kenyamanan berpuasa.
3. Makanan Terlalu Asin
Sama halnya dengan rasa pedas, makanan asin juga menstimulasi rasa haus lebih cepat. Contoh makanan tinggi garam yang sebaiknya dikurangi adalah:
Acar dan kacang asin.
Makanan kaleng.
Keripik atau camilan gurih.
Kadar natrium yang tinggi dalam makanan tersebut akan menarik cairan dari sel tubuh, sehingga Anda akan merasa dahaga sepanjang hari. Sebaiknya, kurangi penggunaan garam dan bumbu penyedap rasa dalam hidangan sahur Anda.
4. Karbohidrat Sederhana dan Makanan Olahan
Saat sahur, tubuh sangat membutuhkan karbohidrat kompleks. Karena tubuh tidak akan menerima asupan selama kurang lebih 12 jam, Anda memerlukan “bahan bakar” yang tahan lama.
Energi dari karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, gandum, dan oat) dilepaskan secara perlahan ke dalam darah.
Hal ini memberikan cadangan energi yang lebih stabil. Sebaliknya, karbohidrat sederhana (seperti gula pasir, tepung putih, kue, dan soft drink) memang membuat cepat kenyang, namun juga membuat Anda lebih cepat merasa lapar kembali.
5. Minuman Berkafein (Kopi)
Sebaiknya tahan keinginan untuk minum kopi saat sahur. Kopi bersifat diuretik, yang berarti meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Hal ini berisiko membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan (dehidrasi).
Selain itu, kopi bersifat asam yang dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengganggu kenyamanan perut bagi mereka yang memiliki lambung sensitif.
Secara umum, jenis makanan di atas cenderung memberikan efek tidak nyaman pada sistem pencernaan.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












