PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Fokus penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Kota Probolinggo mulai dimatangkan.
Dalam audiensi strategis yang berlangsung pada Selasa (13/1), Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, secara resmi menerima kunjungan Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Probolinggo, Didik Hernadi. Mereka bertemu untuk membahas penyelenggaraan Haji dengan lebih terperinci.
Pertemuan ini menjadi titik krusial dalam membahas kesiapan teknis haji keberangkatan warga kota menuju tanah suci.
Tahun ini, Kota Probolinggo dipastikan memberangkatkan sebanyak 301 jemaah haji. Kabar baiknya, seluruh jemaah tersebut direncanakan akan bertolak dalam satu kelompok terbang (kloter)pada awal musim haji.
Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memastikan pengawasan dan pelayanan kepada jemaah dapat dilakukan secara terpadu.
Wali Kota dr. Aminuddin memberikan apresiasi tinggi terhadap skema satu kloter ini.
Menurutnya, konsolidasi jemaah dalam satu kelompok akan meminimalkan risiko kendala koordinasi di lapangan. Ini menunjukkan betapa pentingnya upaya awal dalam penyelenggaraan Haji yang efektif.
“Fokus kami adalah kenyamanan jemaah. Dengan dijadikan satu kloter, pemerintah kota dapat lebih maksimal dalam mengatur, memantau, dan melayani kebutuhan warga Probolinggo. Hal ini berlaku selama proses keberangkatan hingga kepulangan nanti,” tegas dr. Aminuddin.
Pertemuan ini juga menjadi momen perkenalan bagi Didik Hernadi. Ia baru saja dikukuhkan sebagai Kepala Kemenhaj Kota Probolinggo pada akhir Desember 2025 lalu.
Sebagai nakhoda instansi baru, Didik menekankan pentingnya dukungan penuh dari Pemerintah Kota demi kelancaran ibadah haji yang tertib dan khidmat. Apalagi, saat musim haji semua berjalan lancar, dan antisipasi dalam penyelenggaraan Haji menjadi prioritas utama.
Terkait pendampingan di lapangan, Didik menjelaskan bahwa pihaknya masih dalam posisi siaga menunggu instruksi pusat.
“Untuk penetapan Petugas Haji Daerah (PHD), kami tetap patuh pada regulasi dan kebijakan terbaru dari pemerintah pusat. Kebijakan itu saat ini masih dalam tahap finalisasi,” jelasnya.
Langkah awal koordinasi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk kehadiran negara bagi para calon jemaah haji. Mereka telah menanti bertahun-tahun untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Keberangkatan di awal musim haji diharapkan memberikan keuntungan. Terutama bagi jemaah dari sisi kondisi fisik yang masih prima saat tiba di Arab Saudi.
Dengan kuota 301 orang yang terkumpul dalam satu ikatan kekeluargaan kloter Probolinggo, diharapkan muncul solidaritas antar jemaah. Semangat guyub rukun yang menjadi ciri khas warga kota dianggap penting. Hal ini agar pelaksanaan ibadah di tanah suci dapat berjalan lebih tenang dan mabrur. Ini termasuk dalam kegiatan Haji yang menggugah kebersamaan.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












