PROBOLINGGO,bolinggonews.com –
Sejak diresmikan oleh Walikota Probolinggo pada Senin, 12 Januari 2026, Alun-Alun Kota Probolinggo kini bertransformasi menjadi magnet baru bagi warga.
Suasana yang lebih bersih, terbuka, dan tertata mengundang masyarakat untuk berbondong-bondong datang, mulai dari mereka yang ingin berolahraga pagi hingga keluarga yang sekadar ingin bersantai menikmati angin sore.
Keindahan visual alun-alun saat ini didukung oleh penataan parkir yang lebih rapi dan kawasan yang kini bebas dari Pedagang Kaki Lima (PKL), memberikan kesan luas dan nyaman bagi para pejalan kaki.
Di sepanjang pinggiran trotoar, mata pengunjung akan dimanjakan oleh hamparan tanaman hias yang sedang mekar dengan cantiknya.
Di antara berbagai vegetasi, Bunga Tembelakan atau yang lebih populer dikenal sebagai Marigold, tampil mendominasi.
Bunga-bunga ini seolah menjadi pemeran utama yang memberikan warna pada kawasan alun-alun, sembari menunggu pohon pule yang baru ditanam tumbuh besar dan rindang.
Bunga yang memiliki nama ilmiah Tagetes erecta ini membawa nuansa cerah dengan karakteristik yang unik.
Dominasi warna kuning menyala dan oranye memberikan kesan hangat, terutama saat terpapar sinar matahari.
Kelopak bunganya yang bertumpuk rapat membuat tampilannya terlihat padat dan membulat, menambah tekstur pada taman di pinggir trotoar.
Marigold dikenal sebagai tanaman yang tangguh dan mampu mekar sepanjang tahun, menjadikannya pilihan tepat untuk mempercantik ruang publik di iklim tropis seperti Indonesia.
Lebih dari Sekadar Tanaman Hias
Meski di beberapa daerah Indonesia bunga ini memiliki julukan yang kurang mentereng seperti bunga tahi ayam, di Bali bunga ini sangat dimuliakan dengan sebutan bunga gemitir atau gumitir.
Di Alun-Alun Probolinggo, keberadaannya bukan sekadar penghias, melainkan simbol kesegaran baru kota.
Dengan tinggi yang bisa mencapai 90 cm dan daun yang rimbun membentuk semak, Marigold berhasil menutupi kekosongan lahan di bawah pohon pule, menciptakan gradasi hijau dan oranye yang estetis.
Bagi warga yang ingin membawa keindahan ini ke rumah, tanaman ini pun tergolong terjangkau dengan harga bibit mulai dari Rp3.000 hingga Rp10.000, sementara tanaman dalam pot berkisar antara Rp10.000 hingga Rp40.000.
Kini, Alun-Alun Probolinggo bukan sekadar titik nol kilometer, melainkan taman kota yang menawarkan harmoni antara ketertiban tata ruang dan keindahan alami bunga Marigold.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












