PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menerima kunjungan kerja Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas, di Ruang Transit Kantor Wali Kota pada Rabu (21/1).
Kunjungan ini membahas kerja sama dalam bidang pendidikan.Pertemuan ini berfokus pada penguatan sinergi program pengembangan, pembinaan, serta perlindungan bahasa dan sastra di Kota Probolinggo. Selain itu, sinergi dengan program pendidikan juga menjadi perhatian.
Dalam audiensi tersebut, Puji Retno memaparkan sejumlah program strategis Balai Bahasa Jatim termasuk peningkatan kualitas pendidikan melalui PKBI dan Program Lisan Pahlawan.
Program yang terakhir disebut menitikberatkan pada pengangkatan sosok pahlawan lokal untuk memantik minat literasi anak. Pendidikan tetap menjadi fokus dalam program ini yang juga mendukung pengembangan desa wisata.
Selain itu, Balai Bahasa juga menawarkan program penyegaran bahasa Indonesia bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam pendampingan tata naskah dinas dan surat-menyurat kedinasan di ranah pendidikan.
“Kami berencana menjalin kerja sama formal melalui nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah. Langkah ini nantinya akan kami koordinasikan hingga ke tingkat kementerian.
Tugas utama kami adalah memasyarakatkan dan menjaga kelestarian bahasa di daerah,” ujar Retno. Terkait hal tersebut, peran pendidikan sangat relevan untuk pencapaian tujuan itu.
Ia juga menambahkan bahwa Balai Bahasa telah meluncurkan produk digital berupa kamus multibahasa yang mencakup bahasa Kasada, Jawa, Madura, serta Jawa-Osing untuk lingkungan sekolah, yang tentunya berkontribusi pada bidang pendidikan di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota dr. Aminuddin menyambut hangat inisiatif tersebut. Ia menilai, meski Probolinggo merupakan wilayah Pendalungan dengan keragaman penduduk. Namun, kota ini justru menjadi laboratorium yang strategis bagi pengembangan bahasa Indonesia dan pendidikan.
“Ini menjadi harapan kita bersama. Pada prinsipnya kami sangat terbuka. Ini bukan sekadar pengembangan budaya, melainkan investasi besar di bidang pendidikan dan perpustakaan,” tegas Wali Kota.
Ia juga menyoroti kekayaan sejarah Probolinggo yang bisa diangkat menjadi materi literasi baru. Sebagai contoh, motif batik Probolinggo yang tersimpan di Leiden sejak 1883 hingga berbagai hikayat rakyat yang melegenda, di mana semua ini dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Disdikbud Siti Romlah menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Penggunaan Bahasa Indonesia yang ke depannya akan diperkuat secara kapasitas dan peran, demi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Probolinggo.
Audiensi ini juga didampingi oleh Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Probolinggo, Prijo Djatmiko. Dengan kerja sama ini, sektor pendidikan diharapkan semakin maju.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












