Probolinggo,Bolinggonews.com – Diduga dipicu perselisihan batas jalan, seorang pria nekat menganiaya tetangganya sendiri menggunakan senjata tajam di Jalan KH Hasan, Kota Probolinggo, Sabtu (1/2/2026).
Korban yang merupakan seorang ibu rumah tangga diserang saat sedang meratakan semen di halaman rumahnya bersama anak dan suami.
“Kalau tidak saya tutup, setiap hari rusak karena dilewati sepeda. Itu Cuma ditempel semen sementara, masih bisa dilewati sepeda bahkan becak. Tanah itu hak milik saya, ada sertifikatnya,” ujar korban saat diwawancarai, Selasa (17/2/2026) malam.
Namun tanpa peringatan, seorang pria bernama Malik yang merupakan tetangganya sendiri tiba-tiba datang membawa parang.
“Saya tidak tahu datangnya dari mana. Tiba-tiba sudah bawa parang, langsung nebas bunga-bunga saya,” tuturnya dengan nada geram.
Tanaman hias yang telah dirawat puluhan tahun disebut habis dirusak. Situasi semakin mencekam ketika anak korban mencoba merekam kejadian menggunakan ponsel.
“Anak saya mau rekam pakai HP. Begitu ketahuan, langsung dikejar. Ditendang di bagian dada, HP-nya dibanting sampai rusak. Anak saya jatuh, mau berdiri malah diinjak,” ungkapnya.
Korban juga menyebut dua orang lain bernama Malik, diduga saudara pelaku—ikut terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Ironisnya, ini bukan kali pertama keluarga korban mengaku menjadi sasaran kekerasan. Pada Juni 2025, suami korban disebut pernah dipukul oleh orang saat keluarga sedang menggelar hajatan.
“Sudah kami laporkan ke Polsek Mayangan. Ada bukti visum, ada saksi. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” keluhnya.
Korban mengaku kecewa berat karena laporan sebelumnya tak kunjung diproses.
“Saya sudah bilang, saya kecewa. Bukti ada, laporan ada, tapi tidak ada tindakan. Katanya nanti dihubungi setelah hajatan selesai, tapi sampai sekarang tidak ada kabar,” tegasnya.
Akibat kejadian terbaru ini, korban mengalami kerugian berupa tanaman hias bernilai puluhan tahun perawatan dan satu unit telepon genggam yang rusak.
Keluarga korban berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Penulis : Inos
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












