Probolinggo, Bolinggonews.com – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Probolinggo resmi menggelar kegiatan Pengukuhan, Ta’aruf, dan Rapat Kerja Masa Khidmat 2025–2030 pada Minggu (15/2/2026).
Acara yang berlangsung di Aula MAN 2 Kota Probolinggo ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru.
Sebanyak 168 pengurus resmi dikukuhkan, mencakup unsur Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan Harian, komisi-komisi, serta lembaga-lembaga di lingkungan MUI Kota Probolinggo.
Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama Mewujudkan Kota Probolinggo yang Religius, Harmonis, dan Bermartabat.”
Tema tersebut menegaskan komitmen MUI untuk memperkuat peran ulama sebagai pembimbing umat (khadimul ummah) sekaligus mitra strategis pemerintah (shadiqul hukumah) dalam menjaga harmoni sosial, membangun moralitas publik, dan memperkokoh nilai-nilai keagamaan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran DP MUI Provinsi Jawa Timur, di antaranya Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi, Dr. KH. Misbahul Munir; Sekretaris Umum, Dr. KH. Hasan Ubaidillah; dan Bendahara Umum, KH. Rasydi, SE. Turut hadir Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes., unsur Forkopimda, pimpinan ormas Islam, serta tokoh masyarakat setempat.
Prosesi pengukuhan Dewan Pimpinan Harian dilakukan oleh Dr. KH. Misbahul Munir usai pembacaan Surat Keputusan DP MUI Jatim.
Sementara itu, pengukuhan pengurus komisi dan lembaga dipimpin langsung oleh Ketua Umum DP MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA.
Dalam sambutannya, K.H. Sulthon menekankan pentingnya soliditas ulama dalam menjaga persatuan umat serta memperkuat kontribusi keagamaan dalam pembangunan daerah.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyampaikan apresiasi atas peran strategis MUI sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan kota yang religius dan harmonis.
Di sisi lain, Sekretaris Umum DP MUI Jawa Timur, Dr. KH. Hasan Ubaidillah, menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah daerah, seperti kantor permanen dan anggaran yang memadai, guna mendukung optimalisasi peran ulama di bawah naungan MUI.
Selain pengukuhan, rangkaian acara ini meliputi ta’aruf (perkenalan) antar-pengurus serta rapat kerja untuk merumuskan arah kebijakan lima tahun ke depan.
Rapat kerja ini menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat sinergi internal maupun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Dalam laporan panitia, Wakil Ketua Umum DP MUI Kota Probolinggo, Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP., menyebutkan bahwa pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Hibah Pemerintah Kota Probolinggo yang dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kepengurusan Masa Khidmat 2025–2030 ini, DP MUI Kota Probolinggo diharapkan semakin aktif dalam membimbing umat, memperkuat moderasi beragama, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Probolinggo.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com











