PROBOLINGGO – Perombakan struktur di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Probolinggo mendadak menjadi sorotan publik.
Pasalnya, dinamika pergantian pucuk pimpinan administrasi partai ini menyisakan perbedaan keterangan yang cukup tajam antara pengurus baru dan pengurus lama.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa posisi strategis sekretaris dan bendahara DPC Gerindra Kota Probolinggo resmi berganti.
Ryadlus Sholihin Firdaus dikabarkan mengisi posisi sekretaris menggantikan Nur Fathur Rahman Efendi, sementara kursi bendahara yang sebelumnya dipegang oleh Umi Zubaidah kini beralih ke tangan Endang Irawati.
Pergantian ini dibenarkan langsung oleh Ryadlus Sholihin Firdaus. Ia menyatakan bahwa perubahan struktur tersebut telah mengantongi pengesahan berupa Surat Keputusan (SK) resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
Menurut Ryadlus, perombakan ini merupakan hal yang lumrah dan berjalan lewat mekanisme internal partai, di mana usulan berasal dari DPD dan disahkan oleh DPP atas sepengetahuan Ketua DPC dr. Aminuddin.
“Ini hal wajar di Partai Gerindra. Kita harus selalu siap ditaruh dan ditempatkan di mana saja, satu komando,” ujar Ryadlus. Ia juga menepis isu miring terkait adanya konflik internal, seraya menegaskan bahwa kondisi partai saat ini tetap solid.
Kendati demikian, pengakuan berbeda justru disampaikan oleh pejabat lama, Nur Fathur Rahman Efendi. Ia mengaku terkejut lantaran mendengar isu perombakan tersebut tanpa adanya dialog atau tahapan organisasi yang transparan.
Nur menyatakan bahwa dirinya belum pernah melihat fisik SK yang dimaksud. Ia juga menyayangkan tidak adanya rapat koordinasi yang melibatkan pengurus tingkat DPC, PAC, hingga ranting sebelum perubahan struktur ini beredar.
“Mestinya sekelas partai penguasa ada tahapan yang harus dilakukan, setidaknya ada rapat untuk menyusun struktur perubahan. Bukan tahu-tahu berubah,” keluhnya.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












