PROBOLINGGO – Komitmen dalam memperluas akses literasi bagi warga binaan terus ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan berkala ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo untuk memperbarui koleksi bahan bacaan.
Dalam kegiatan tersebut, pihak rutan mengembalikan 100 buku pinjaman lama dan langsung menggantinya dengan 100 eksemplar buku baru. Mekanisme rotasi ini dirancang agar variasi bahan bacaan bagi warga binaan semakin luas selama mereka menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, mengungkapkan bahwa ketersediaan literasi yang berkualitas memegang peranan penting dalam proses pembinaan mental dan intelektual warga binaan.
“Kami berupaya menyediakan bahan bacaan yang beragam agar warga binaan tetap memiliki ruang untuk belajar dan menambah wawasan selama menjalani pembinaan. Karena itu, kerja sama dengan Perpusda ini terus kami manfaatkan secara berkala,” ujar Galih.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Kraksaan, Trias Widigdo, menerangkan bahwa sirkulasi buku ini telah dijadwalkan secara terstruktur guna menghindari kejenuhan sekaligus menjaga minat baca.
Pembaruan dan pemutaran buku dilakukan secara berkala menyesuaikan kebutuhan di lapangan, yakni berkisar antara satu bulan hingga maksimal tiga bulan sekali dengan jumlah rotasi tetap sebanyak 100 buku pada setiap periode.
Melalui sinergi berkelanjutan dengan Perpusda Kabupaten Probolinggo ini, Rutan Kraksaan berharap kegiatan positif tersebut dapat menumbuhkan budaya membaca yang produktif, sehingga warga binaan memiliki bekal wawasan yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews









