PROBOLINGGO – Sudah dikunci ganda, motor listrik milik warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tetap raib saat ditinggal pemiliknya jogging di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo, Minggu (4/10/2026) pagi.
Motor listrik merek Viar milik Sadyaswati Dyah itu diparkir di sekitar gerbang utama alun-alun dari arah Jalan Suroyo. Sebelum berolahraga, ia memastikan kendaraannya terkunci ganda.
“Saya selalu mengunci ganda kendaraan. Sebelum jogging, saya pastikan motornya sudah benar-benar terkunci,” kata Sadyaswati.
Ia kemudian mengelilingi alun-alun hingga tujuh putaran. Namun, saat kembali ke lokasi parkir, motor tersebut sudah tidak ada.
Sadyaswati lantas menanyakan keberadaan kendaraannya kepada jukir yang bertugas. Namun, ia mengaku tidak mendapat informasi mengenai motor tersebut.
“Jukirnya hanya bilang tidak tahu,” ujarnya.
Kejadian itu sekaligus menyoroti pengelolaan parkir di kawasan alun-alun. Menurut Sadyaswati, pengguna jasa parkir di lokasi tersebut tidak diberikan karcis.
“Di situ memang tidak ada karcis parkir,” imbuhnya.
Saat berusaha mencari kendaraan, Sadyaswati mengatakan justru tukang parkir lain yang baru datang ke lokasi ikut membantu pencarian.
“Yang membantu mencari justru tukang parkir lain yang baru datang,” ungkapnya.
Motor listrik yang dibeli sekitar dua tahun lalu dengan harga kurang lebih Rp17 juta itu selama ini digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan Sadyaswati sebagai Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) AKB Wiroborang.
“Kalau meliput ke mana-mana, saya menggunakan motor itu,” tuturnya.
Meski mengalami kehilangan, Sadyaswati mengaku belum melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Ia mengaku pesimistis kendaraannya dapat ditemukan berdasarkan pengalaman kehilangan kendaraan yang dialami tetangganya.
“Saya belum melapor. Pengalaman tetangga saya, sudah melapor ke polisi tetapi kendaraannya juga tidak ditemukan,” katanya.
Kasus ini menjadi sorotan terkait keamanan kendaraan di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo. Selain kendaraan yang disebut telah dikunci ganda tetap hilang, persoalan tidak adanya karcis parkir juga menjadi perhatian.
Sadyaswati berharap pihak terkait mengevaluasi sistem pengawasan dan pengelolaan parkir agar kejadian serupa tidak kembali dialami pengunjung.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












