Probolinggo,Bolinggonews.com- Cahaya lampu Stasiun Probolinggo tampak lebih benderang dari biasanya pada Minggu (1/3) malam, saat Walikota hadir di lokasi tersebut.
Riuh rendah percakapan warga yang antusias berbaur dengan deru mesin kereta, menandai babak baru transportasi di kota ini. Commuter Line Supas Probolinggo resmi diluncurkan, membawa harapan baru bagi mobilitas lintas kota yang lebih efisien. Keputusan penting ini juga mendapat perhatian dari Walikota setempat.
Peresmian dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari.
Turut hadir dalam momen bersejarah tersebut Pj. Sekda Rey Soewigtyo, Ketua TP PKK dr. Evariani, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan sektor perkeretaapian.

Dukungan penuh juga terlihat dari kehadiran Kepala Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Hengky Prasetyo, dan perwakilan Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang memastikan kesiapan operasional layanan commuter di wilayah Probolinggo.
Masyarakat menyambut kehadiran moda transportasi ini dengan luar biasa. Warga berbondong-bondong menjajal kereta baru tersebut karena tarifnya yang sangat terjangkau, yakni Rp6.000 untuk rute Probolinggo–Pasuruan dan Rp8.000 untuk rute langsung menuju Surabaya.
Bagi warga yang ingin merencanakan perjalanan, Commuter Line Supas berangkat dari Stasiun Probolinggo pada pukul 04.10 dan 21.22 WIB.
Sebaliknya, keberangkatan dari Stasiun Surabaya Kota menuju Probolinggo tersedia pada pukul 01.50 dan 18.10 WIB.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menekankan bahwa kehadiran kereta ini adalah jawaban atas kebutuhan mobilitas warga, terutama mereka yang bekerja di kota tetangga.
“Ini menjadi moda baru yang membantu masyarakat beraktivitas dari Kota Probolinggo ke Surabaya dengan lebih mudah dan ekonomis. Tarif yang terjangkau tentu memberi manfaat besar bagi ekonomi warga,” ujarnya.
Usai prosesi peresmian, Wali Kota beserta jajaran OPD turut menaiki kereta menuju Pasuruan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap layanan baru ini. Di kesempatan tersebut, Walikota memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat.
Integrasi Wisata dan Ekonomi Lokal
Layanan commuter ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah Kota Probolinggo berencana mengintegrasikannya dengan kalender acara tahunan kota.
Sinergi antara transportasi dan pariwisata ini diharapkan mampu mendongkrak arus kunjungan wisatawan, termasuk mereka yang hendak menuju Gunung Bromo melalui pintu masuk Probolinggo.
“Wisatawan dari Surabaya kini semakin mudah berkunjung dan menginap di Kota Probolinggo. Ini membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal,” tambah Aminuddin.
Senada dengan hal tersebut, Operation and Commercial Director PT Kereta Commuter Indonesia, Heri Siswanto, mengungkapkan bahwa tiket pada hari peluncuran telah terjual lebih dari 400 lembar. Tentu saja, Walikota juga berharap angka ini terus meningkat.
Menariknya, pembeli tidak hanya warga lokal, tetapi juga berasal dari Lumajang dan Situbondo. Ia menegaskan penambahan layanan ini tidak mengganggu jadwal kereta api eksisting dan akan terus dievaluasi demi kenyamanan penumpang.
Manfaat ini pun dirasakan langsung oleh Dita, seorang mahasiswa magang asal Surabaya yang bertugas di RSUD dr. Saleh.
“Hadirnya Supas Probolinggo sangat menghemat biaya perjalanan saya. Apalagi kotanya nyaman, jadi betah di sini,” ungkapnya dengan senyum.
Apresiasi juga datang dari Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, yang memuji sinergi apik antara pemerintah daerah dan pihak kereta api dalam memenuhi standar keselamatan operasional.
Dengan beroperasinya Commuter Line Supas Probolinggo, optimisme menyelimuti wajah kota. Selain itu, Walikota yakin transportasi massal mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Konektivitas yang semakin kuat diharapkan menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata yang lebih dinamis di masa depan.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












