PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengumumkan penutupan pendaftaran mitra untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, BGN mengeluarkan peringatan keras terkait munculnya praktik penipuan berupa jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, mengungkapkan adanya oknum yang menjanjikan slot kemitraan dengan meminta biaya tertentu.
Ia menegaskan bahwa sistem pendaftaran saat ini sudah terkunci dan tidak ada celah bagi pendaftar baru.
“Sekarang sistemnya sudah ditutup. Oleh karena itu, waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa langsung kami drop.
Saya pernah menerima video informasi bahwa satu titik jual-beli itu dihargai Rp200 juta. Begitu saya lihat ID-nya, langsung kami drop (batalkan) agar pelaku yang membayar itu rugi,” tegas Sony Sanjaya , Jumat (6/3).
Selain jual-beli titik, BGN juga mengendus modus baru di mana oknum berpura-pura telah membangun infrastruktur dapur namun mengaku tertipu demi mendapatkan simpati dan verifikasi instan dari pusat.
Sony mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam skema tersebut dan segera melaporkan segala bentuk pemerasan atau penipuan kepada pihak berwajib.
“Laporkan orang yang meminta uang tersebut. Ketika saya mendapatkan bukti dokumen pendukung bahwa titik SPPG ini hasil jual-beli, akan langsung saya turunkan. Silakan para oknum tersebut bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujar Sony.
Ia menambahkan bahwa calon mitra yang terbukti melakukan kecurangan akan langsung diblokir secara permanen dari sistem mitra.bgn.go id.
Saat ini, laporan terkait penipuan tersebut sudah mulai diproses oleh pihak kepolisian dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah per orang.
Penutupan pendaftaran ini dilakukan karena jumlah mitra telah memenuhi kuota yang dibutuhkan untuk melayani program nasional tersebut.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 24.000 SPPG yang berdiri di seluruh wilayah Indonesia untuk menyukseskan distribusi gizi bagi masyarakat.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com / Antara












