Inovasi Irigasi Tetes: Walikota Probolinggo Panen Raya Cabai di Tengah Kenaikan Harga

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Di tengah keresahan masyarakat akibat melonjaknya harga cabai di pasaran, rona bahagia terpancar dari wajah para petani Kelompok Tani Lestari Jaya, Kota Probolinggo. Panen cabe menjadi perhatian utama bagi para petani tahun ini.

Pada Jumat (13/3), hamparan lahan pertanian di Jalan Priksan, Kebonsari Kulon, tampak ramai saat memasuki masa panen raya. Selain itu, momen ini menjadi momen penting bagi para petani Cabe.

Kehadiran Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menambah semangat para petani siang itu, terutama bagi mereka yang sedang menanam dan memanen Cabe.

Didampingi jajaran asisten, staf ahli, serta kepala OPD terkait, dr. Aminuddin turun langsung ke lahan untuk memetik cabai bersama. Ia juga ikut merayakan keberhasilan panen Cabe.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Satgas Pangan dan perwakilan Bank Indonesia (BI) sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap ketahanan pangan daerah. Terutama, hal ini penting khususnya dalam menjaga produksi Cabe.

Hasan Prasojo, selaku pemilik lahan, berbagi ilmu dan pengalaman suksesnya kepada sekitar 20 petani yang datang dari berbagai sudut kota, termasuk strategi untuk membudidayakan Cabe secara optimal.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi budidaya demi menjaga stabilitas pasokan cabai di Kota Probolinggo. Selain itu, hal ini juga berdampak pada keberlanjutan panen Cabe di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Piala Wali Kota Probolinggo 2026 Jadi Wadah Lahirnya Atlet Panjat Tebing Berprestasi

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Probolinggo memberikan stimulan berupa pupuk nonsubsidi NPK Ponska 25 kg dan urea 5 kg kepada para petani untuk dipraktikkan di lahan masing-masing agar hasil panen Cabe semakin maksimal.

Selain itu, para petani akan mendapatkan pengawasan serta pendampingan rutin dari tenaga penyuluh lapangan yang berpengalaman dalam budidaya Cabe.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa proses tanam di lahan tersebut telah dimulai sejak Oktober lalu bersama para petani Cabe.

Ia menyebutkan bahwa Kelompok Tani Lestari Jaya kini juga berfungsi sebagai wadah pelatihan swadaya bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah Kebonsari, termasuk memberi edukasi budidaya Cabe.

“Panen cabai rawit ini menggunakan sistem tumpangsari dengan jagung serta sistem irigasi tetes. Dalam waktu dekat, akan dilakukan penanaman kembali Cabe di lahan berbeda dalam satu area.

Sistem ini merupakan inovasi satu-satunya yang diterapkan kelompok tani di sini, terutama dalam menghasilkan panen Cabe yang berkelanjutan,” jelas Fitriawati.

Baca Juga :  Mengenal Bunga Tembelekan yang Menghiasi Alun-alun Kota Probolinggo

Hasilnya pun sangat menjanjikan. Dengan modal sekitar Rp13 juta, kelompok tani tersebut telah melakukan 10 kali panen. Total pendapatan mencapai Rp45 juta dari penjualan Cabe.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok dan menstabilkan harga di tingkat konsumen. Selain itu, langkah ini dapat menekan inflasi pangan, khususnya terkait produksi Cabe.

Wali Kota dr. Aminuddin menegaskan bahwa teknologi irigasi tetes terbukti lebih efisien dalam penggunaan pupuk dan mampu memberikan hasil maksimal untuk tanaman Cabe.

“Dengan menerapkan teknologi irigasi tetes dan sistem tumpangsari, pemanfaatan lahan menjadi lebih optimal untuk budidaya Cabe.

Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa pertanian modern tidak lagi hanya bergantung pada cara konvensional, tetapi memerlukan manajemen usaha tani Cabe yang lebih baik,” ujar dr. Aminuddin.

Ia berharap metode ini dapat menjadi percontohan bagi kelurahan lain di Kota Probolinggo. Alasannya, modalnya relatif kecil namun menghasilkan keuntungan besar dari produk Cabe.

Selain pengembangan sektor hortikultura, dr. Aminuddin juga melihat potensi diversifikasi usaha di lahan tersebut, seperti ternak burung puyuh yang memiliki nilai ekonomi menjanjikan bersama hasil pertanian Cabe.

Penulis : id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Sepeda Listrik Jadi Primadona Baru Transportasi Warga Probolinggo
Peluncuran Aksi Pesona di Sukapura, Wadah Kreativitas Guru dan Siswa di Momen Hardiknas 2026
Piala Wali Kota Probolinggo 2026 Jadi Wadah Lahirnya Atlet Panjat Tebing Berprestasi
Festival Hari Anak Nasional Kota Probolinggo, Perkuat Sinergi Pendidikan Anak Usia Dini
Semangat Baru Atletik Kota Probolinggo: 12 Atlet Dilepas Menuju Jatim Open 2026
Polres Probolinggo Kota Gandeng Buruh dan Ojol Perkuat Sabuk Kamtibmas
Waspada Penipuan Haji Jalur Kilat, Dini Rahmania Tegaskan Tak Ada Keberangkatan Tanpa Antre
Begini Kondisi Terbaru Jemaah Haji Probolinggo Pasca Insiden Bus di Madinah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:17 WIB

Sepeda Listrik Jadi Primadona Baru Transportasi Warga Probolinggo

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:21 WIB

Peluncuran Aksi Pesona di Sukapura, Wadah Kreativitas Guru dan Siswa di Momen Hardiknas 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:55 WIB

Piala Wali Kota Probolinggo 2026 Jadi Wadah Lahirnya Atlet Panjat Tebing Berprestasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:21 WIB

Festival Hari Anak Nasional Kota Probolinggo, Perkuat Sinergi Pendidikan Anak Usia Dini

Kamis, 30 April 2026 - 20:58 WIB

Semangat Baru Atletik Kota Probolinggo: 12 Atlet Dilepas Menuju Jatim Open 2026

Berita Terbaru