PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Minat masyarakat Kota Probolinggo terhadap penggunaan sepeda listrik menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada tahun 2026.
Hal ini terlihat dari tingginya angka penjualan yang mencapai rata-rata 8 hingga 15 unit per hari, dengan total penjualan bulanan yang menembus lebih dari 100 unit.
Abu Bakar, salah satu karyawan toko sepeda listrik setempat, mengungkapkan bahwa peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas baterai yang semakin awet.
Harga produk yang ditawarkan sangat bervariasi, berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp3.400.000, dengan merek Goda dan Uwinfly sebagai yang paling diminati konsumen.
Meskipun banyak diminati, penggunaan sepeda listrik bukan tanpa tantangan. Kendala yang paling sering dilaporkan adalah terkait masa pakai baterai yang biasanya perlu diganti setelah 2 hingga 3 tahun pemakaian.
Sebagai bentuk layanan purna jual, pihak toko memberikan garansi baterai selama 3 bulan dan garansi servis selama 6 bulan.
Dari sisi konsumen, kepraktisan menjadi alasan utama untuk beralih ke sepeda listrik. Zainal Abidin, seorang warga Kelurahan Kedemangan yang juga pengguna sepeda listrik, menuturkan bahwa moda transportasi ini sangat memudahkan aktivitas harian, terutama bagi warga lanjut usia.
“Perjalanan jadi lebih mudah. Tidak semua orang tua bisa mengendarai sepeda motor, sehingga ini sangat membantu,” ujar Zainal. Ia menambahkan bahwa sepeda listrik miliknya, yang dibeli seharga Rp3.300.000, sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari seperti pergi ke pasar.
Terkait operasional, pihak penyedia menyarankan pengguna untuk memperhatikan cara pengisian daya agar baterai lebih awet. Pengguna diimbau untuk tidak menunggu baterai benar-benar habis atau drop sebelum melakukan pengisian ulang.
Dengan jarak tempuh mencapai 40 kilometer dalam kondisi penuh, sepeda listrik kini menjadi pilihan moda transportasi yang hemat dan efisien bagi masyarakat Kota Probolinggo.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












