PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Walikota Probolinggo memberikan tanggapan terkait munculnya diskursus mengenai penamaan fasilitas publik, khususnya RSUD Ar-Rozy.
Di tengah aspirasi yang berkembang mengenai penggunaan nama tokoh pahlawan atau figur berjasa, Walikota Probolinggo menanggapi situasi tersebut dengan tenang.
Walikota mengakui bahwa secara prinsip, penamaan jalan, gedung pemerintah, maupun rumah sakit idealnya merepresentasikan sosok yang memiliki kontribusi besar.
Menurutnya, penggunaan nama tokoh yang berjasa di bidangnya atau pahlawan nasional merupakan bentuk penghormatan sekaligus edukasi bagi generasi mendatang.
“Memang idealnya nama jalan atau rumah sakit itu merujuk pada sosok yang berjasa di bidangnya, atau pahlawan yang memiliki keterikatan sejarah. Itu menjadi simbol penghormatan kita atas dedikasi mereka,” ujar Walikota saat ditemui di sela-sela kegiatannya.
Meski menyetujui filosofi tersebut, Walikota Probolinggo menegaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo belum memiliki rencana untuk mengubah nama RSUD Ar-Rozy.
Ia menilai nama yang ada saat ini masih diterima dengan baik oleh masyarakat luas tanpa adanya gejolak.
Menanggapi isu pergantian nama tersebut dengan santai, Walikota Probolinggo menyebutkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah optimalisasi layanan kesehatan di rumah sakit tersebut daripada sekadar urusan administratif penamaan.
“Hingga saat ini belum ada masyarakat yang melayangkan protes atau keberatan soal nama itu. Jadi, kami (Pemkot Probolinggo) masih belum ada arah atau rencana untuk mengganti nama RSUD Ar-Rozy,” tegasnya.
Bagi Pemkot, Walikota Probolinggo menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan RSUD Ar-Rozy mampu memberikan pelayanan medis yang prima bagi warga Kota Probolinggo dan sekitarnya.
Selama nama yang digunakan tidak menuai penolakan masif, pemerintah memilih untuk mempertahankan identitas yang sudah dikenal publik tersebut.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












