PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Langit di atas Dusun Kolla, Desa Leces, Kabupaten Probolinggo tiba-tiba berubah mencekam pada Jumat sore, 16 Januari 2026. Fenomena ini disebabkan oleh puting beliung yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan warga setempat.
Sekitar pukul 16.00 WIB, ketenangan warga terusik oleh kemunculan pusaran angin raksasa yang bergerak cepat merusak apa pun di jalurnya.
Suara gemuruh dari kejauhan seketika berubah menjadi dentuman keras saat pepohonan besar tumbang dan menimpa rumah-rumah warga.
Peristiwa mencekam ini terekam jelas dalam berbagai video amatir yang kemudian tersebar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan betapa dahsyatnya kekuatan alam yang bisa meluluhlantakkan bangunan dalam hitungan menit.
Secara ilmiah, fenomena yang melanda Probolinggo ini dikenal sebagai angin puting beliung, yaitu pusaran angin kencang dengan kecepatan melebihi 63 km/jam yang biasanya bergerak dalam garis lurus.
Meskipun durasinya relatif singkatmaksimal lima menit daya rusaknya sangat tinggi. Hal ini karena kemampuannya mengangkat dan melempar benda-benda berat.
Fenomena ini paling sering terjadi pada siang atau sore hari di musim pancaroba. Pada musim ini, perubahan suhu yang ekstrem memicu terbentuknya awan cumulonimbus yang gelap, besar, dan tinggi.
Jika puting beliung ini bergerak di atas lautan, efeknya bisa jauh lebih berbahaya. Hal ini karena dapat membentuk kubah air tinggi yang memicu banjir besar saat mencapai daratan.
Oleh karena itu, masyarakat perlu sangat peka terhadap tanda-tanda alam. Tanda-tanda tersebut seperti munculnya awan gelap yang diiringi sambaran petir berulang kali serta suara gemuruh yang mendekat.
Kewaspadaan ini harus diimbangi dengan langkah persiapan jangka panjang, seperti memperkuat struktur atap rumah agar tidak mudah terbawa angin dan memastikan nelayan telah menambatkan kapal mereka dengan kuat di dermaga.
Ketika bencana ini benar-benar menerjang, tindakan cepat dan tepat adalah kunci keselamatan. Jika posisi kita berada di dalam ruangan, segera kunci seluruh pintu dan jendela serta matikan aliran listrik untuk menghindari korsleting.
Sangat penting untuk tetap berada di tengah ruangan dan menjauhi jendela kaca yang rentan pecah. Bagi mereka yang sedang berkendara, sangat tidak disarankan untuk tetap berada di dalam mobil. Sebaiknya, segera keluar dan cari bangunan kokoh untuk berlindung.
Situasi akan jauh lebih berisiko jika seseorang berada di luar ruangan tanpa tempat berlindung. Dalam kondisi darurat tersebut, posisi terbaik adalah duduk berlutut sambil melindungi kepala dengan tangan. Selain itu, hindari posisi tiarap di atas tanah.
Sangat penting untuk menjauhi tiang listrik, papan reklame, atau jembatan yang berisiko runtuh. Sebaliknya, carilah dataran rendah yang luas dan terbuka untuk meminimalisir risiko tertimpa material bangunan.
Dengan pemahaman yang baik dan persiapan yang matang, kita dapat lebih sigap dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang sering kali datang tanpa peringatan lama.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












