PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Bagi Pemerintah Kota Probolinggo, Alun-Alun bukan sekadar ruang terbuka hijau. Ia adalah wajah daerah, sebuah Titik Nol yang menyapa setiap tamu yang datang.
Menjaga keasrian dan martabat Alun-Alun adalah investasi reputasi yang tak ternilai harganya. Namun, di balik upaya menjaga estetika kota tersebut, ada sebuah misi besar, memastikan para pedagang kaki lima (PKL) tetap berdaya di rumah yang baru.
Langkah strategis pun diambil. Pemkot Probolinggo menyulap kawasan GOR A Yani di Kecamatan Kanigaran menjadi pusat kuliner baru.
Ini bukan sekadar memindahkan lapak, melainkan memindahkan harapan. Untuk memastikan api ekonomi tetap menyala di masa transisi, Pemkot tidak membiarkan pedagang berjuang sendirian.
Serangkaian acara digelar untuk memancing keramaian, dan di sinilah KONI Kota Probolinggo mengambil peran krusial.
Di bawah terik matahari dan sorak-sorai penonton, GOR A Yani kini riuh oleh berbagai perlombaan olahraga.

KONI sengaja memusatkan kegiatan di sini, sebuah langkah nyata untuk menggerakkan UMKM setempat.
Pemandangannya kontras dan mengharapkan meja-meja pedagang yang tadinya sepi, kini penuh sesak oleh peserta lomba yang melepas dahaga dan penonton yang mencari kudapan.
Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, memandang lapangan olahraga dengan visi yang lebih luas. Baginya, setiap peluit pertandingan adalah lonceng ekonomi.
“Saya melihat olahraga sebagai sektor ekonomi yang potensial. KONI berkomitmen untuk konsisten menyelenggarakan event yang mampu mendongkrak perekonomian,” ujar Zulfikar.
Ia meyakini bahwa hubungan antara atlet dan pedagang adalah simbiosis mutualisme yang saling menghidupkan.
“Bisa dibayangkan jika setiap pekan ada event olahraga. Dampaknya pada okupansi hotel, UMKM, dan ekonomi kreatif akan sangat luar biasa,” tambahnya.
Namun, keramaian saja tidak cukup. Pemerintah menyadari bahwa kenyamanan adalah kunci keberlanjutan.
Evaluasi bertahap terus dilakukan, mulai dari standarisasi rasa makanan, kebersihan lingkungan, hingga penciptaan suasana yang membuat pembeli betah untuk kembali lagi.












