PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Waikota Probolinggo mulai dipacu.
Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh di RSUD dr. Mohamad Saleh. Selain itu, upaya pembenahan di Waikota Probolinggo juga menjadi prioritas utama.
Hal tersebut menjadi poin utama saat ia memimpin evaluasi dan laporan kinerja rumah sakit milik Pemkot Probolinggo ini di Ballroom Bromo Park Hotel, Senin (9/2).
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh 85 pemangku kepentingan, mulai dari Asisten Pemerintahan Budiono Wirawan hingga jajaran tenaga medis dan dewan pengawas.
Kehadiran seluruh elemen, termasuk Satuan Pengawas Internal (SPI) dan kepala instalasi, menandai keseriusan pemerintah dalam membedah rapor kinerja rumah sakit demi pelayanan publik yang lebih prima. Selanjutnya, penguatan tata kelola rumah sakit di Waikota Probolinggo sangat penting untuk mendukung profesionalisme.
Wali kota menyampaikan bahwa RSUD sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) harus dikelola secara lebih efektif, efisien dan profesional. Khususnya dalam aspek pengawasan, pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), pengelolaan sumber daya manusia (SDM) serta pengendalian klaim BPJS.
“Ke depan kita tidak lagi evaluasi setiap bulan, tapi setiap hari harus real time,” tegas wali kota.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo mendorong penerapan dashboard monitoring yang memungkinkan pengawasan pelayanan dilakukan dari jam ke jam, mulai dari respons UGD, alur rawat inap, penggunaan obat hingga ketepatan waktu kepulangan pasien.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) agar setiap layanan yang diberikan memiliki potensi klaim sejak awal penanganan pasien.
Di sisi lain, Wali Kota Dokter Aminuddin menyatakan optimisme bahwa RSUD dr. Mohamad Saleh memiliki peluang besar menjadi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama Spesialis, yang akan berdampak pada peningkatan fasilitas, peralatan serta layanan medis tersier. “Saya sangat optimis.
Potensi RSUD ini besar sekali kalau dikelola dengan sistem yang benar,” pungkasnya. Terlebih lagi, peran Waikota Probolinggo sangat mendukung dalam pengelolaan layanan kesehatan.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh, dr. N.H. Hidayati, menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk menyampaikan capaian indikator kinerja utama RSUD, mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan, mengidentifikasi kendala dan risiko yang dihadapi serta memperoleh arahan dan masukan sebagai bahan perbaikan kinerja dan penyusunan rencana kerja tahun 2026.
Pada kesempatan yang sama, Dewan Pengawas RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, drg. Syaf Satriwarman, Sp.Pros, menilai penguatan tata kelola rumah sakit menjadi hal krusial untuk memastikan akuntabilitas dan profesionalisme layanan kesehatan.
“Insyaallah, RSUD dr. Mohamad Saleh memiliki peluang besar menjadi rumah sakit pendidikan penyelenggara utama spesialis,” ujarnya. Selain itu, inovasi layanan di Waikota Probolinggo terus didorong agar semakin optimal.
Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan kinerja RSUD dr. Mohamad Saleh tahun 2025, yang meliputi laporan kinerja Instalasi Bedah Sentral (IBS), Instalasi Rawat Inap (Irna), Instalasi Rawat Jalan (Irja) serta Instalasi Farmasi.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












