PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memperkenalkan inovasi digital terbaru bernama JAGA KOTA (Jaring Aspirasi Warga Probolinggo Kota).
Inovasi ini merupakan sistem pelaporan dan monitoring wilayah berbasis teknologi yang terintegrasi mulai dari tingkat RT hingga Wali Kota.
Dengan sistem ini, masyarakat kini memiliki wadah resmi untuk menyampaikan aspirasi, aduan, maupun laporan secara langsung.
Peluncuran inovasi tersebut dikemas dalam kegiatan *Ngabuburit Heppiii 2026* bertema “Harmoni Silaturahmi Bersama Jaga Kota”.
Acara ini digelar di halaman Mako Satpol PP Kota Probolinggo, Sabtu (7/3) malam. Suasana Ramadan yang kental dengan konsep kebersamaan ini menghadirkan hiburan, interaksi komunitas, serta dukungan bagi para pelaku UMKM lokal.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Lucia Aries Yulianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada jajaran pemerintah semata, melainkan sangat membutuhkan keterlibatan aktif dari semua elemen masyarakat.
“Pembangunan daerah pada hakikatnya adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta media memiliki peran krusial dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan,” ungkap Lucia.
Melalui JAGA KOTA, setiap laporan warga akan terhubung secara berjenjang berdasarkan lokasi, mulai dari ketua RT, ketua RW, lurah, camat, perangkat daerah terkait, hingga ke meja Wali Kota.
Sistem ini memastikan proses monitoring dan tindak lanjut dilakukan secara lebih terstruktur, terukur, dan akuntabel.
Konsep utama JAGA KOTA adalah membangun tata kelola kota yang partisipatif, responsif, dan transparan melalui semangat gotong royong digital.
Jika sebelumnya laporan masyarakat dilakukan secara manual, kini prosesnya menjadi lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik.
Wali Kota dr. Aminuddin memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam peluncuran ini menjadi poin tambah dalam menjalin sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Sejak awal, saya dan Ibu Wakil Wali Kota berkomitmen untuk melibatkan semua pihak dalam pembangunan. Dengan sistem pentahelix ini, pemerintah maupun jajaran Forkopimda dapat menjalin sinergi yang lebih luas dengan pegiat komunitas, pelaku UMKM, hingga investor.
Ini adalah kebijakan inklusif yang merata untuk semua demi kemajuan kota ke depan,” tegas dr. Aminuddin.
Ia berharap ruang publik di Kota Probolinggo dapat dimanfaatkan sebagai tempat yang produktif dan inspiratif, terutama bagi generasi muda.
Melalui JAGA KOTA, diharapkan tumbuh budaya baru di mana masyarakat aktif menyalurkan ide maupun aduan yang direspons cepat oleh pemerintah.
Dukungan senada disampaikan oleh anggota DPRD Kota Probolinggo, Zainul Fathoni. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang membuka ruang komunikasi terbuka bagi publik melalui kegiatan Ngabuburit Heppiii.
“Kami sangat mendukung komunikasi terbuka ini. Masukan dari seluruh elemen masyarakat sangat penting agar pelaksanaan pembangunan kota berjalan baik dan berdampak positif bagi kesejahteraan rakyat,” tutur anggota dewan dari Fraksi Gembira tersebut.
Acara malam itu juga didukung oleh BAZNAS setempat dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota DPRD, Ketua TP PKK, Pj. Sekda, serta kepala perangkat daerah.
Sebelum sesi diskusi dimulai, Wali Kota Aminuddin menyempatkan diri meninjau stan UMKM yang diisi oleh berbagai produk kuliner dan industri kreatif karya anak muda Probolinggo.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












