Ramalan Jayabaya: Isyarat Perang Dunia III dalam Dialog Ratu karo Ratu

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Prabu Jayabaya (1135–1159) dikenal luas melalui mahakaryanya, Jangka Jayabaya. Ramalan tersebut terdokumentasikan dalam berbagai naskah seperti Serat Jayabaya Musarar dan Serat Pranitiwakya, serta disinggung dalam Babad Tanah Jawi.

Salah satu poin paling menggetarkan dari ramalan ini adalah prakiraan mengenai pecahnya perang besar yang melibatkan banyak negara.

Dalam naskah tersebut tertulis:

“Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi”

Kalimat ini bermakna: para pemimpin dunia akan saling berembuk untuk menentukan wilayah mana yang akan mereka kuasai atau pilih.

Kutipan inilah yang kerap menjadi dasar tafsir akan meletusnya Perang Dunia III. Keyakinan ini kian menguat seiring dengan eskalasi konflik global yang tak kunjung padam.

Baca Juga :  Inovasi Irigasi Tetes: Walikota Probolinggo Panen Raya Cabai di Tengah Kenaikan Harga

Jika pada tahun 2024 ketegangan Iran dan Israel memuncak akibat serangan di Damaskus, kini di tahun 2026, dunia seolah berdiri di tepi jurang yang lebih dalam.

Diplomasi antar-pemimpin negara besar yang semula diharapkan membawa perdamaian, justru sering kali terlihat seperti “pembagian zona pengaruh”. Hal ini sebagaimana yang disiratkan Jayabaya.

Sebagai informasi, ramalan ini bukan tanpa bukti historis. Beberapa ramalan Jayabaya telah diakui keakuratannya. Salah satunya adalah visi Pulau Jawa yang akan “berkalung besi,” sebuah metafora untuk jaringan rel kereta api.

Baca Juga :  Begini Cara TP PKK Kota Probolinggo Kurangi 80 Ton Sampah Per Hari

Selain itu, ramalannya tentang kedatangan pria berkulit putih yang akan menduduki Jawa dalam waktu lama terbukti melalui kolonialisme Belanda. Peristiwa ini dimulai pada 1595, lebih dari 400 tahun setelah masa pemerintahan sang Prabu.

Memasuki pertengahan 2026, peringatan dari kekuatan besar seperti Rusia, Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis kepada warga negara mereka bukan lagi sekadar prosedur rutin. Melainkan alarm nyata.

Di tengah konfrontasi yang semakin meluas di Timur Tengah, nalar publik kembali diingatkan pada tulisan kuno dari Kediri ini. Pertanyaannya, apakah kita sedang menyaksikan skenario yang sudah tertulis ratusan tahun silam?

Penulis : id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Wali Kota Aminuddin Salurkan Sembako dan Uang Tunai kepada Ratusan Abang Becak di Probolinggo
Inilah 3 Kandidat Kuat Calon Ketua DPC PKB Kota Probolinggo
Muscab PKB Kota Probolinggo: Tiga Nama Muncul, Saiful Iman Siap Perintah
Semangat Berbagi di Jrebeng Lor: Mempererat Silaturahmi Melalui Distribusi Takjil
PAC GP Ansor Wonoasih Salurkan Bantuan Beras untuk Pos Kamling dan Dhuafa
Kejagung Hentikan Kasus PLD Rangkap GTT di Probolinggo, Muncul Isu Permintaan Rp300 Juta
11 SPPG di Kabupaten Probolinggo Ditutup Sementara, Sekda: Belum Penuhi SLHS
11 Tanaman Penolak Bala Menurut Primbon Jawa: Tak Hanya Mistis, Tapi Juga Medis

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 23:47 WIB

Wali Kota Aminuddin Salurkan Sembako dan Uang Tunai kepada Ratusan Abang Becak di Probolinggo

Senin, 16 Maret 2026 - 20:19 WIB

Inilah 3 Kandidat Kuat Calon Ketua DPC PKB Kota Probolinggo

Senin, 16 Maret 2026 - 14:04 WIB

Muscab PKB Kota Probolinggo: Tiga Nama Muncul, Saiful Iman Siap Perintah

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:22 WIB

Semangat Berbagi di Jrebeng Lor: Mempererat Silaturahmi Melalui Distribusi Takjil

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:39 WIB

PAC GP Ansor Wonoasih Salurkan Bantuan Beras untuk Pos Kamling dan Dhuafa

Berita Terbaru