PKK Kota Probolinggo Luncurkan Go Digital 2025, Kader Wajib Melek Teknologi

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama TP PKK kota Probolinggo

Foto bersama TP PKK kota Probolinggo

PROBOLINGGO,bolinggoNews.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Probolinggo, dr. Evariani, menegaskan pentingnya transformasi teknologi bagi kader PKK.

Hal ini ditandai dengan peluncuran program PKK Go Digital yang akan mulai efektif diterapkan pada tahun 2025.

​Pernyataan tersebut disampaikan Evariani saat membuka kegiatan Penguatan 10 Program Pokok PKK di Pendapa Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Senin (24/11/2025).

​Menurut Evariani, gerakan PKK tidak boleh tertinggal oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu, seluruh sistem pelaporan, dokumentasi, hingga penginputan data ke depannya diwajibkan menggunakan perangkat digital, baik laptop maupun komputer.

​”Aplikasi digital ini nantinya akan menampung seluruh arsip kegiatan, mulai dari undangan, notulensi, materi sosialisasi, hingga foto dokumentasi,” ujar Evariani dalam keterangannya.

Baca Juga :  Kum-kum Pantai Mayangan Makan Korban, Polres Probolinggo : Pengelola Harus Lebih Waspada

 

Guna mendukung transisi tersebut, Evariani meminta para lurah untuk turut serta memastikan para kader di wilayahnya memiliki kemampuan mengoperasikan teknologi.

Hal ini penting agar proses mengunggah (upload) dokumen ke sistem digital dapat berjalan lancar.

​”Kalau ada ibu-ibu yang belum bisa laptop, saya titip ke Pak Lurah. Jangan sampai ada yang tertinggal. PKK harus beradaptasi,” tegasnya.

​Fokus Pemberdayaan Keluarga
​Selain menekankan aspek digitalisasi, Evariani mengingatkan bahwa program PKK harus berdampak nyata dan terukur, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Ia menjabarkan tiga pilar utama yang menjadi fondasi gerakan, yakni Keluarga Sehat, Keluarga Berdaya, serta Keluarga Harmonis dan Tangguh.

​Pilar Keluarga Sehat meliputi edukasi gizi, pencegahan tengkes (stunting), sanitasi, serta optimalisasi Posyandu.

Baca Juga :  Tahun Baru, 41 Personel Polres Probolinggo Kota Sandang Pangkat Baru

Sementara itu, pilar Keluarga Berdaya berfokus pada ekonomi keluarga dan literasi digital. Adapun pilar Keluarga Harmonis mencakup penguatan karakter dan pengamalan nilai Pancasila.

​Terkait basis data, Evariani menekankan pentingnya integrasi antara PKK dan pemerintah kelurahan. Data strategis seperti angka kemiskinan dan lansia harus selaras.

​”PKK tidak perlu sibuk memungut data sendiri. Semua sudah ada di kelurahan. PKK cukup sinkronisasi agar laporan tidak berbeda,” kata Evariani.

​Menanggapi arahan tersebut, Camat Kedopok Dwi Hermanto menyatakan komitmennya untuk bersinergi. Menurut Dwi, adaptasi teknologi merupakan kebutuhan mutlak bagi pemerintah kecamatan dalam memberikan pelayanan yang valid dan mutakhir.

​”Kecamatan butuh pendamping yang selalu siap beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman, termasuk digitalisasi,” pungkas Dwi.

Penulis : De

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Semangat Berbagi di Jrebeng Lor: Mempererat Silaturahmi Melalui Distribusi Takjil
PAC GP Ansor Wonoasih Salurkan Bantuan Beras untuk Pos Kamling dan Dhuafa
Kejagung Hentikan Kasus PLD Rangkap GTT di Probolinggo, Muncul Isu Permintaan Rp300 Juta
11 SPPG di Kabupaten Probolinggo Ditutup Sementara, Sekda: Belum Penuhi SLHS
11 Tanaman Penolak Bala Menurut Primbon Jawa: Tak Hanya Mistis, Tapi Juga Medis
KPK Terbitkan SE Pencegahan Gratifikasi Hari Raya, Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik
Inovasi Irigasi Tetes: Walikota Probolinggo Panen Raya Cabai di Tengah Kenaikan Harga
Jelang Lebaran, 2.729 Warga Kota Probolinggo Terima BLT DBHCHT

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:22 WIB

Semangat Berbagi di Jrebeng Lor: Mempererat Silaturahmi Melalui Distribusi Takjil

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:39 WIB

PAC GP Ansor Wonoasih Salurkan Bantuan Beras untuk Pos Kamling dan Dhuafa

Minggu, 15 Maret 2026 - 00:53 WIB

Kejagung Hentikan Kasus PLD Rangkap GTT di Probolinggo, Muncul Isu Permintaan Rp300 Juta

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:06 WIB

11 SPPG di Kabupaten Probolinggo Ditutup Sementara, Sekda: Belum Penuhi SLHS

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:23 WIB

11 Tanaman Penolak Bala Menurut Primbon Jawa: Tak Hanya Mistis, Tapi Juga Medis

Berita Terbaru