PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Pagi itu, suasana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kraksaan tampak sedikit berbeda dari biasanya. Senin (22/12/25), Rutan Kraksaan Probolinggo gelar razia untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di tempat tersebut.
Di bawah langit Kraksaan, barisan petugas berseragam berkumpul dalam sebuah apel pagi yang khidmat. Bukan sekadar rutinitas, apel ini merupakan awal dari operasi besar demi menjamin kekusyukan perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru (Nataru) di dalam rutan, di mana razia menjadi salah satu aksi pengamanan yang digelar.
Langkah kaki para petugas terdengar mantap saat menyisir lorong-lorong blok hunian Rutan Kraksaan dalam persiapan razia.
Dalam razia kali ini, Rutan Kraksaan tidak bergerak sendiri, mereka menggandeng empat personel Polsek Kraksaan dan dua anggota TNI dari Koramil Kraksaan.
Sinergi ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Timur, dan petugas menggelar razia di Rutan Kraksaan Probolinggo sebagai tindakan nyata untuk meningkatkan kedisiplinan.
Satu per satu kamar warga binaan diperiksa dengan teliti. Meski pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, nuansa kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.
Petugas menyapa warga binaan dengan santun, memastikan prosedur penggeledahan tetap menghargai sisi humanis mereka, sekaligus sebagai bagian dari proses razia rutin yang digelar di Rutan Kraksaan.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi deteksi dini dalam razia tersebut.
“Kami ingin memastikan Rutan Kraksaan tetap bersih dari barang terlarang maupun narkoba.
Harapannya, lingkungan rutan tetap kondusif sehingga saudara-saudara kita di sini bisa menyambut Natal dan Tahun Baru dengan tenang,” ujarnya.
Selain penggeledahan fisik, petugas juga melakukan tes urine secara acak kepada sepuluh warga binaan sebagai bagian dari razia yang digelar. Hasilnya menjadi kabar baik bagi integritas rutan, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), M. Azis Yulianto, menyampaikan bahwa tidak ditemukan barang-barang kategori berat (HALINAR).
Namun, petugas tetap bertindak tegas dengan menyita beberapa benda kecil yang dianggap berisiko memicu gangguan keamanan dalam razia yang rutin diadakan.
Alat Makan & Tajam: 3 buah sendok logam, 2 buah alat cukur, dan 5 buah paku.
Bahan Kimia & Kaca: 1 buah parfum kaca, 2 buah kosmetik, dan 1 botol lem G.
Lain-lain : 3 buah korek api ilegal.
Penyisiran ini bukan sekadar tentang menyita barang, melainkan tentang membangun rasa aman dalam setiap razia yang dilaksanakan untuk membuat warga merasa lebih nyaman.
Dengan pengawasan yang ketat dan kolaborasi bersama TNI-Polri, Rutan Kraksaan juga rutin menggelar razia demi menciptakan ruang pemasyarakatan yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga bersih dari peredaran zat terlarang.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












