Penjualan Selongsong Ketupat di Probolinggo Mulai Ramai Jelang Lebaran

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pedagang ketupat di area pasar baru kota Probolinggo

Salah satu pedagang ketupat di area pasar baru kota Probolinggo

PROBOLINGGO Bolinggonews.com- Geliat persiapan Idulfitri mulai terasa di berbagai sudut Kota Probolinggo, terutama di kawasan Pasar Baru.

Penjualan selongsong ketupat di pasar ini dilaporkan mulai meningkat tajam dan diprediksi akan mencapai puncaknya pada tujuh hari menjelang Lebaran hingga malam takbiran nanti.

Saat ini, satu ikat berisi 10 selongsong ketupat dibanderol dengan harga berkisar antara Rp8.000 hingga Rp15.000. Selain itu, harga tersebut berlaku per Rabu (18/03/26).

Tingginya permintaan ini dipicu oleh tradisi warga yang mulai menyetok bahan untuk hidangan khas hari raya guna dibagikan kepada kerabat maupun konsumsi keluarga.

“Setiap tahun menjelang Lebaran pasti ramai. Warga mulai membeli daun ketupat lebih awal untuk persiapan memasak saat hari raya,” ujar salah seorang pedagang di lokasi.

Baca Juga :  Lestarikan Icon, Pemkot Probolinggo Tanam 20.000 Ribu Pohon Mangga

Di tengah keramaian pasar, sosok perajin ketupat asal Dringu, Probolinggo, mencuri perhatian dengan keahliannya merangkai janur.

Hanya dalam waktu singkat sekitar lima detik selembar daun janur hijau sudah berubah bentuk menjadi sebuah selongsong ketupat yang rapi di tangannya.

Kecepatan luar biasa ini ia dapatkan dari hasil belajar mandiri selama bertahun-tahun.

Dalam sehari, perajin ini bersama rekannya mampu memproduksi hingga 600 buah selongsong ketupat.

Untuk bahan bakunya, ia mengandalkan pasokan janur dari tetangga sekitar atau pengepul dengan harga yang bervariasi.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Probolinggo Gelar PRABU Fun Run 6K

“Satu ikat isinya 10 buah, saya jual seharga Rp15.000,” ungkapnya.

Ia sudah mulai menggelar dagangannya sejak malam hari dan berencana akan terus berjualan hingga stok janurnya habis tepat sebelum fajar Lebaran menyapa.

Selongsong-selongsong ini nantinya akan diisi beras mentah oleh pembeli. Kemudian, selongsong direbus hingga matang untuk disajikan bersama opor ayam pada momen silaturahmi.

Meski teknologi dan zaman terus berganti, kehadiran perajin ketupat tradisional seperti ini tetap menjadi pemandangan ikonik. Setiap tahunnya, pemandangan ini selalu dinanti di Probolinggo.

Penulis : id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Tekan Penggunaan Gadget, Puluhan Anak Ikuti Probolinggo Pushbike di GOR Mastrip
Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi
260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov
Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan
Viral Jual Beli Bansos, Dinsos Probolinggo Beri Respon Tegas
Perkuat Sinergitas, DPC PPP Kota Probolinggo Gelar Audiensi dengan Wali Kota dr. Aminudin
Perkuat Sinergi, KONI Bantul Studi Tiru ke Kota Probolinggo

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Tekan Penggunaan Gadget, Puluhan Anak Ikuti Probolinggo Pushbike di GOR Mastrip

Minggu, 27 September 2026 - 10:22 WIB

260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov

Sabtu, 26 September 2026 - 11:35 WIB

Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan

Selasa, 22 September 2026 - 12:38 WIB

Viral Jual Beli Bansos, Dinsos Probolinggo Beri Respon Tegas

Berita Terbaru

Hukum

Maling Satroni Kandang, Dua Sapi di Probolinggo Raib

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:33 WIB