Penjualan Selongsong Ketupat di Probolinggo Mulai Ramai Jelang Lebaran

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pedagang ketupat di area pasar baru kota Probolinggo

Salah satu pedagang ketupat di area pasar baru kota Probolinggo

PROBOLINGGO Bolinggonews.com- Geliat persiapan Idulfitri mulai terasa di berbagai sudut Kota Probolinggo, terutama di kawasan Pasar Baru.

Penjualan selongsong ketupat di pasar ini dilaporkan mulai meningkat tajam dan diprediksi akan mencapai puncaknya pada tujuh hari menjelang Lebaran hingga malam takbiran nanti.

Saat ini, satu ikat berisi 10 selongsong ketupat dibanderol dengan harga berkisar antara Rp8.000 hingga Rp15.000. Selain itu, harga tersebut berlaku per Rabu (18/03/26).

Tingginya permintaan ini dipicu oleh tradisi warga yang mulai menyetok bahan untuk hidangan khas hari raya guna dibagikan kepada kerabat maupun konsumsi keluarga.

“Setiap tahun menjelang Lebaran pasti ramai. Warga mulai membeli daun ketupat lebih awal untuk persiapan memasak saat hari raya,” ujar salah seorang pedagang di lokasi.

Baca Juga :  Musrenbang 2027, Pertumbuhan Ekonomi Kota Probolinggo Tembus 5,68% 

Di tengah keramaian pasar, sosok perajin ketupat asal Dringu, Probolinggo, mencuri perhatian dengan keahliannya merangkai janur.

Hanya dalam waktu singkat sekitar lima detik selembar daun janur hijau sudah berubah bentuk menjadi sebuah selongsong ketupat yang rapi di tangannya.

Kecepatan luar biasa ini ia dapatkan dari hasil belajar mandiri selama bertahun-tahun.

Dalam sehari, perajin ini bersama rekannya mampu memproduksi hingga 600 buah selongsong ketupat.

Untuk bahan bakunya, ia mengandalkan pasokan janur dari tetangga sekitar atau pengepul dengan harga yang bervariasi.

Baca Juga :  HAN 2026 di Probolinggo: Wali Kota Aminuddin Dorong Generasi Sehat dan Berkarakter di SMPN 6

“Satu ikat isinya 10 buah, saya jual seharga Rp15.000,” ungkapnya.

Ia sudah mulai menggelar dagangannya sejak malam hari dan berencana akan terus berjualan hingga stok janurnya habis tepat sebelum fajar Lebaran menyapa.

Selongsong-selongsong ini nantinya akan diisi beras mentah oleh pembeli. Kemudian, selongsong direbus hingga matang untuk disajikan bersama opor ayam pada momen silaturahmi.

Meski teknologi dan zaman terus berganti, kehadiran perajin ketupat tradisional seperti ini tetap menjadi pemandangan ikonik. Setiap tahunnya, pemandangan ini selalu dinanti di Probolinggo.

Penulis : id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Wali Kota Probolinggo Kunjungi 10 Bayi yang Lahir 17 Agustus
Detik-Detik Proklamasi, Pengendara di Probolinggo Kompak Hormat Merah Putih
Rutan Kraksaan Serahkan Remisi Umum HUT ke-81 RI: 188 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana
Polisi Pantau Lahan Jagung Jrebeng Lor untuk Dukung Ketahanan Pangan
Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Jrebeng Lor Probolinggo Gelar Lomba Lampu Hias Rumah
DPRD Kota Probolinggo Dorong Percepatan P-APBD 2026 demi Pembangunan Infrastruktur dan Kesejahteraan Guru
Dua Atlet Muaythai Probolinggo Sabet Medali di Kejurnas IMC 2026 Bekasi
Pemkot Probolinggo Bebaskan Denda PBB 2008–2025 Spesial HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:03 WIB

HUT ke-81 RI, Wali Kota Probolinggo Kunjungi 10 Bayi yang Lahir 17 Agustus

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Detik-Detik Proklamasi, Pengendara di Probolinggo Kompak Hormat Merah Putih

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Rutan Kraksaan Serahkan Remisi Umum HUT ke-81 RI: 188 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Polisi Pantau Lahan Jagung Jrebeng Lor untuk Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:25 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Jrebeng Lor Probolinggo Gelar Lomba Lampu Hias Rumah

Berita Terbaru