PROBOLINGGO, Bolinggonews.com – Insiden patahnya sebuah kapal tongkang di area Pelabuhan Probolinggo baru-baru ini menarik perhatian para praktisi maritim.
Peristiwa ini terjadi di Dermaga (Jetty) 1 PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) Probolinggo saat proses bongkar muat pada Kamis (25/12/2025) dini hari.
Capt Refly berpengalaman di bidang bongkar muat kapal mengungkapkan bahwa fenomena tersebut kemungkinan besar dipicu oleh kondisi hogging berlebih. Hal ini terjadi akibat distribusi muatan yang tidak merata.
Menurutnya, tongkang sering kali mengalami patah di bagian tengah. Ini disebabkan karena muatan hanya terkonsentrasi di bagian depan (haluan) dan belakang (buritan). Sementara bagian tengah dibiarkan kosong.
“Ketika muatan sekitar 5.000 ton hanya diisi di ujung-ujung kapal, muncul tekanan sangat besar pada titik pusat. Dalam istilah maritim, ini menciptakan bending moment atau momen tekuk berlebih pada tipping center.
Akibatnya, struktur kapal tidak kuat menahan beban dan akhirnya patah,” jelasnya.
Insiden serupa kerap terjadi pada pola operasional yang melibatkan truk yang naik langsung ke atas tongkang.
Ada dua skenario berisiko yang sering ditemui di lapangan:
- Pengisian muatan yang dimulai dari sisi depan dan belakang, namun membiarkan ruang tengah kosong terlalu lama.
- Pembongkaran muatan yang dilakukan di bagian tengah terlebih dahulu untuk menciptakan ruang gerak truk, sementara bagian depan dan belakang tetap dalam kondisi berat.
Terkait potensi kelalaian Perusahaan Bongkar Muat (PBM), ia menekankan bahwa kunci utamanya terletak pada stowage plan (rencana pengaturan muatan) yang tidak tepat.
“Banyak faktor terlibat, namun intinya adalah rencana pemuatan yang keliru. Jika tengah kapal kosong dalam waktu lama, stabilitas struktur kapal akan terganggu,” tambahnya.
Baca juga : Tongkang Patah di Probolinggo, Diduga Akibat Kelalaian Distribusi Beban Saat Bongkar Muat
Sebagai langkah pencegahan, pakar tersebut menyarankan penggunaan tangki ballast secara maksimal. Jika pola operasional mengharuskan bagian tengah kosong, maka tangki (void) tengah wajib diisi air.

Hal ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan dan menjaga stabilitas struktur tongkang agar tidak terjadi tekukan fatal.
Sebelumnya Humas KSOP Kelas IV Probolinggo, Hendra Yulis Priyanto, mengonfirmasi bahwa kerusakan struktur atau deformasi pada kapal tersebut terpantau terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.
Mengenai konsekuensi hukum atau sanksi administratif bagi pihak pengelola, KSOP menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan teknis menyeluruh oleh tim investigator.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut mengenai perkembangan hasil investigasi tersebut.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












