PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Suasana khidmat menyelimuti Musholla Al-Hikmah, Kelurahan Jrebeng Wetan, Rabu (14/01/2026) malam.
Di bawah pendar lampu musholla, puluhan pemuda berseragam Banser dan warga berkumpul bukan sekadar untuk memperingati perjalanan suci Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan yang menyentuh akar rumput pendidikan agama.
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo kali ini membawa warna baru dalam aksi sosialnya.
Mereka menggandeng dua entitas yang selama ini jarang muncul dalam radar kegiatan keagamaan lokal, yakni PT. Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) dan Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo.
Narasi kepedulian ini menjadi menarik karena melibatkan instansi dan perusahaan yang bergerak di bidang kelautan.
Kehadiran PT DABN dan KSOP dalam acara ini seolah mendobrak sekat antara dunia industri pelabuhan dengan realitas sosial di perkampungan.
Keduanya sepakat untuk menyalurkan santunan khusus bagi para guru ngaji, sosok yang selama ini menjadi penjaga moral di Kota Probolinggo.
Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, dalam sambutannya menekankan bahwa momen Isra’ Mi’raj bukan sekadar seremoni sejarah, melainkan refleksi atas perintah pengabdian.
“Tanpa guru ngaji, kita semua buta akan bacaan kitab suci Al-Qur’an. Mereka adalah fondasi akhlak, namun seringkali keberadaannya terlupakan dalam skema kesejahteraan,” ujar Salamul Huda.
Di balik kemeriahan acara, terselip pesan tajam bagi pemerintah daerah. Salamul Huda menyoroti kebijakan pemerintah kota yang telah memperhatikan kesejahteraan RT dan RW.
Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak pilih kasih terhadap para pejuang literasi Al-Qur’an.
“Kebijakan terhadap gaji RT dan RW sudah sangat baik, namun jangan sampai menyampingkan kesejahteraan guru-guru ngaji.
Terbentuknya akhlak dan moral anak-anak kita berasal dari keikhlasan mereka yang mengajar di pojok-pojok kampung,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi sektor swasta lainnya di Probolinggo untuk lebih peduli terhadap pilar-pilar pendidikan non-formal.
Melalui kolaborasi ini, GP Ansor ingin menegaskan bahwa urusan pembangunan moral bukan hanya tanggung jawab pemuka agama, melainkan juga sinergi antara organisasi pemuda, korporasi, dan pemerintah.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












