PROBOLINGGO, bolinggonews.com – Pagi di pusat Kota Probolinggo kini menawarkan pemandangan yang berbeda. Di bawah sinar matahari yang mulai menghangatkan persendian, Alun-Alun Kota hadir sebagai bukti nyata transformasi ruang publik yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo.
Langkah kaki warga yang menyisir jalur pedestrian kini terasa lebih ringan, didukung oleh atmosfer lingkungan yang tertata dan asri. Selain itu, pengalaman berjalan santai di sekitar Alun- alun menambah kenyamanan tersendiri di pagi hari.
Perubahan ini bukan sekadar polesan estetika. Pemerintah Kota Probolinggo secara sadar melakukan revitalisasi menyeluruh untuk mengembalikan fungsi Alun-Alun sebagai paru-paru sekaligus ruang inklusif bagi warganya.
Di sini, masyarakat dapat menikmati ritual pagi mulai dari olahraga hingga sekadar duduk bersantai dalam suasana yang jauh lebih tertib dan nyaman. Tak heran jika kawasan ini kian ramai oleh pengunjung di sekitar Alun- alun setiap pagi.
Salah satu terobosan yang menonjol adalah peningkatan sistem pengamanan dan tata kelola parkir. Kehadiran pos penjagaan Satpol PP yang bersiaga 24 jam menjadi manifestasi kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi pengunjung.
Standar pelayanan ini diterapkan guna memastikan bahwa fasilitas publik tetap terjaga kualitasnya dan bebas dari gangguan ketertiban, terutama di area sekitar pusat kegiatan Alun- alun.
Namun, di balik wajah baru yang bersih ini, Pemerintah Kota dihadapkan pada tantangan kebijakan yang kompleks yang langsung berhubungan dengan eksistensi Alun- alun dan fungsinya bagi masyarakat.
Demi mewujudkan kawasan yang bersih dan sehat, kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi langkah yang tak terelakkan dan harus diterapkan di area vital seperti Alun- alun.
Sebanyak puluhan pedagang telah dipindahkan ke kawasan GOR Yani di Jalan Sutomo, Kecamatan Kanigaran sebagai upaya mendukung revitalisasi Alun- alun Kota.
Pemerintah menyadari bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan tempat usaha, melainkan harus menjamin keberlangsungan ekonomi para pelaku usaha yang sebelumnya ada di sekitar Alun- alun.
Oleh karena itu, di lokasi yang baru, Pemkot Probolinggo telah menyediakan infrastruktur bangunan yang layak dengan fasilitas penunjang yang memadai untuk mengimbangi fasilitas yang tersedia sebelumnya di dekat Alun- alun.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para pedagang, serangkaian program aktivasi terus digulirkan, sebagaimana komitmen yang telah ditunjukkan saat mengelola kawasan Alun- alun sebelumnya.
Mulai dari penyelenggaraan panggung musik mingguan, perlombaan, hingga berbagai acara komunitas di kawasan GOR Yani yang menggantikan sejumlah kegiatan publik yang dulu banyak ditemukan di Alun- alun.
Langkah-langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan pusat ekonomi baru sekaligus menjaga agar omzet pedagang tetap stabil di tengah masa transisi setelah meninggalkan kawasan Alun- alun.
Bagi Pemerintah Kota Probolinggo, Alun-Alun adalah wajah daerah yang harus dijaga martabatnya.
Sebagai titik nol yang menjadi rujukan tamu dari luar daerah, keindahan dan kebersihan Alun-Alun merupakan investasi reputasi yang berdampak luas dan pengelolaan Alun- alun menjadi prioritas utama.
Meskipun terdapat dinamika di lapangan terutama aspirasi pedagang yang ingin kembali ke trotoar utama karena alasan omzet pemerintah tetap berpegang pada visi jangka panjang demi keberlanjutan kawasan Alun- alun.
Kawasan yang ramah, sehat, dan tertata secara tepat diyakini akan membawa nama baik Probolinggo di level regional maupun nasional, dengan Alun- alun sebagai pusatnya.
Pada akhirnya, penataan yang berorientasi pada kepentingan publik ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, sebagaimana visi baru untuk Alun- alun Kota.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












