PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Suasana di Kelurahan Jrebeng Lor belakangan ini mulai memanas akibat mencuatnya ketidakpuasan warga setempat terkait adanya isu SPPG.
Polemik ini dipicu oleh proses rekrutmen relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru saja didirikan di wilayah tersebut. Selain itu, isu SPPG juga menjadi perhatian utama warga.
Warga menyuarakan keberatan setelah mengetahui bahwa porsi penerimaan relawan justru didominasi oleh pelamar dari luar daerah, khususnya dari wilayah Kabupaten Probolinggo.
Padahal, banyak warga lokal Jrebeng Lor merasa memiliki kualifikasi yang mumpuni dan telah mengajukan lamaran secara resmi terhadap program SPPG.
Masyarakat berharap keberadaan fasilitas MBG di lingkungan mereka dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.
Minimnya keterlibatan warga setempat menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi kriteria seleksi yang digunakan oleh pihak penyelenggara, termasuk pada pelaksanaan SPPG.
Ketimpangan ini dikhawatirkan akan memicu kecemburuan sosial dan mengikis rasa memiliki masyarakat terhadap program pemerintah tersebut.
“Kami mendukung penuh program MBG ini karena tujuannya mulia. Namun, alangkah baiknya jika warga di sekitar lokasi juga dilibatkan secara maksimal. Jum at ( 27/02/26).
Jangan sampai kami hanya jadi penonton di rumah sendiri,” ujar Marzuki salah satu warga.
Hingga saat ini, warga masih menanti klarifikasi resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai mekanisme rekrutmen tersebut.
Mereka mendesak adanya kebijakan yang lebih memprioritaskan penduduk lokal demi menjamin sinergi yang harmonis antara program pemerintah dan masyarakat sekitar. SPPG masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












