Warga Kabupaten Serbu Jatah Relawan MBG di Kota, Masyarakat Lokal Merasa Tersisih

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Suasana di Kelurahan Jrebeng Lor belakangan ini mulai memanas akibat mencuatnya ketidakpuasan warga setempat terkait adanya isu SPPG.

Polemik ini dipicu oleh proses rekrutmen relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru saja didirikan di wilayah tersebut. Selain itu, isu SPPG juga menjadi perhatian utama warga.

Warga menyuarakan keberatan setelah mengetahui bahwa porsi penerimaan relawan justru didominasi oleh pelamar dari luar daerah, khususnya dari wilayah Kabupaten Probolinggo.

​Padahal, banyak warga lokal Jrebeng Lor merasa memiliki kualifikasi yang mumpuni dan telah mengajukan lamaran secara resmi terhadap program SPPG.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Hadiri Tanwir ke 28 yang Digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Malang

Masyarakat berharap keberadaan fasilitas MBG di lingkungan mereka dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

Minimnya keterlibatan warga setempat menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi kriteria seleksi yang digunakan oleh pihak penyelenggara, termasuk pada pelaksanaan SPPG.

​Ketimpangan ini dikhawatirkan akan memicu kecemburuan sosial dan mengikis rasa memiliki masyarakat terhadap program pemerintah tersebut.

“Kami mendukung penuh program MBG ini karena tujuannya mulia. Namun, alangkah baiknya jika warga di sekitar lokasi juga dilibatkan secara maksimal. Jum at ( 27/02/26).

Baca Juga :  Ipar adalah Maut! Oknum Polisi Probolinggo Diduga Terlibat Tewasnya Mahasiswi di Pasuruan

Jangan sampai kami hanya jadi penonton di rumah sendiri,” ujar Marzuki salah satu warga.

​Hingga saat ini, warga masih menanti klarifikasi resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai mekanisme rekrutmen tersebut.

Mereka mendesak adanya kebijakan yang lebih memprioritaskan penduduk lokal demi menjamin sinergi yang harmonis antara program pemerintah dan masyarakat sekitar. SPPG masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan.

Penulis : Id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Semangat Berbagi di Jrebeng Lor: Mempererat Silaturahmi Melalui Distribusi Takjil
PAC GP Ansor Wonoasih Salurkan Bantuan Beras untuk Pos Kamling dan Dhuafa
Kejagung Hentikan Kasus PLD Rangkap GTT di Probolinggo, Muncul Isu Permintaan Rp300 Juta
11 SPPG di Kabupaten Probolinggo Ditutup Sementara, Sekda: Belum Penuhi SLHS
11 Tanaman Penolak Bala Menurut Primbon Jawa: Tak Hanya Mistis, Tapi Juga Medis
KPK Terbitkan SE Pencegahan Gratifikasi Hari Raya, Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik
Inovasi Irigasi Tetes: Walikota Probolinggo Panen Raya Cabai di Tengah Kenaikan Harga
Jelang Lebaran, 2.729 Warga Kota Probolinggo Terima BLT DBHCHT

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:22 WIB

Semangat Berbagi di Jrebeng Lor: Mempererat Silaturahmi Melalui Distribusi Takjil

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:39 WIB

PAC GP Ansor Wonoasih Salurkan Bantuan Beras untuk Pos Kamling dan Dhuafa

Minggu, 15 Maret 2026 - 00:53 WIB

Kejagung Hentikan Kasus PLD Rangkap GTT di Probolinggo, Muncul Isu Permintaan Rp300 Juta

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:06 WIB

11 SPPG di Kabupaten Probolinggo Ditutup Sementara, Sekda: Belum Penuhi SLHS

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:23 WIB

11 Tanaman Penolak Bala Menurut Primbon Jawa: Tak Hanya Mistis, Tapi Juga Medis

Berita Terbaru