PROBOLINGGO, Bolinggonews.com – Kelurahan Jrebeng Lor dipilih menjadi titik awal peluncuran Gerakan Sahabat ATS (Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu).
Sebuah misi besar Pemerintah Kota Probolinggo untuk menjemput kembali anak-anak yang sempat kehilangan bangku sekolah. Senin (02/03/26).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.OG., dengan koordinasi teknis di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Program ini dirancang sebagai instrumen strategis pemerintah dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Wali Kota Aminuddin menekankan bahwa pengentasan ATS adalah kunci agar IPM Kota Probolinggo mampu menembus angka minimal 80. Ia mewanti-wanti jajarannya agar gerakan ini tidak berhenti pada seremonial semata.
”Masa depan mereka tidak boleh terhenti karena kendala administratif atau ekonomi. Ini tanggung jawab kolektif. Semua jajaran harus bekerja terukur agar anak-anak ini kembali merasakan suasana belajar,”tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Siti Romlah, menjelaskan bahwa gerakan ini bergerak berdasarkan data by name by address yang spesifik.
Tercatat ada 1.800 anak tidak sekolah di Kota Probolinggo yang telah divalidasi. Di Kelurahan Jrebeng Lor sendiri, ditemukan 66 anak ATS yang terdiri dari 9 anak Lulus Tidak Melanjutkan (LTM), 32 anak Belum Pernah Bersekolah (BPB), dan 15 anak putus sekolah (drop out).
Siti Romlah menambahkan bahwa penanganan akan dilakukan secara personal melalui tahapan identifikasi hingga asesmen.
Anak-anak akan diarahkan ke sekolah formal sesuai usia, sementara mereka yang telah melewati usia sekolah akan difasilitasi melalui jalur non-formal di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk program Kejar Paket A, B, dan C.
”Tidak semua anak siap secara mental. Itulah mengapa kami melibatkan psikolog serta dukungan perangkat RT/RW untuk melakukan pendekatan yang humanis,” tambahnya.
Gerakan kolaboratif lintas sektor ini juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disperinaker, hingga relawan.
“Kami tidak bicara soal seremoni, ini adalah kerja lapangan. Mari kita tuntaskan bersama,” pungkasnya.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












