PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Gema selawat dari grup Hadrah Syubbanul Muslimin memecah kesunyian sore. Grup tersebut menyambut ratusan kader PDI Perjuangan yang berkumpul dengan khidmat.
Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadan, jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan se-Probolinggo Raya menggelar peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus buka puasa bersama. Kegiatan berlangsung Rabu (11/03/26).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan. Tapi merupakan momentum strategis untuk memperkuat napas religiusitas dan solidaritas antar-kader di wilayah Kota serta Kabupaten Probolinggo.
Acara ini dihadiri oleh jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, pengurus DPC, dan anggota fraksi. Selain itu, tokoh agama terkemuka, KH Chafidzul Hakiem Noer (Gus Hakim), juga hadir.

Pesan Solidaritas dan Regenerasi
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Andri Wahyudi, menekankan bahwa kekompakan adalah kunci menghadapi tantangan politik ke depan.
“Soliditas dari tingkat DPC hingga PAC adalah harga mati,” tegas Andri.
Ia juga memaparkan rencana regenerasi organisasi melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancam) yang akan digelar pasca-Idulfitri, sembari mengingatkan kader untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan di tengah cuaca ekstrem.
Nuansa spiritual semakin kental saat Gus Hakim memberikan tausiah. Mengambil hikmah dari wahyu pertama di Gua Hira, beliau memuji peran perempuan dalam perjuangan partai, menyamakannya dengan teladan Sayyidatina Khadijah.
“Di balik besarnya PDI Perjuangan, ada sosok perempuan luar biasa seperti Ibu Megawati,” tuturnya. Beliau juga mengapresiasi aksi nyata partai dalam menyalurkan sembako sebagai bentuk konkret kemanfaatan bagi rakyat.
Semangat inklusivitas ini ditegaskan kembali oleh Ketua DPC Kabupaten Probolinggo, H. Khoirul Anam. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi kompas bagi kader dalam bergerak di akar rumput.
Sementara itu, Ketua DPC Kota Probolinggo, Tommy Wahyu Prakoso, mengingatkan bahwa peran partai melampaui urusan pemilu.
“Berpartai itu harus mampu melakukan kegiatan kemanusiaan secara berkelanjutan,” ujar Tommy.
Sebagai bukti nyata, acara ditutup dengan santunan kepada 30 anak yatim. Selain itu, ada pembagian takjil bagi masyarakat.
Kemeriahan budaya juga hadir lewat penampilan kesenian tradisional Bantengan oleh BKN PDI Perjuangan, menunjukkan bahwa partai ini tetap berpijak kokoh pada akar budaya lokal.
Doa bersama pun mengakhiri senja itu, membawa harapan akan keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












