PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baitul Ula di Kompleks Perum Kopian Indah, di tengah barisan jamaah, hadir Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang kembali melaksanakan agenda rutin Safari Salat Jumat (2/1/26). Ini merupakan bagian dari refleksi kota Probolinggo yang menitikberatkan pada kegiatan keagamaan dan kebersamaan.
Ini adalah bagian dari refleksi kota Probolinggo yang penting. Refleksi ini menunjukkan komitmen kota untuk meningkatkan kehidupan masyarakatnya.
Kehadiran orang nomor satu di Probolinggo ini bukan sekadar menjalankan kewajiban ibadah, melainkan juga sebagai jembatan silaturahmi untuk menyapa warga secara langsung, sebuah refleksi dari kota Probolinggo.
Selama prosesi ibadah, dr. Aminuddin tampak khusyuk menyimak khotbah yang disampaikan oleh Ustaz Zainal Khalifi.
Pesan mengenai Muhasabah Diri untuk meningkatkan keimanan di momen tahun baru seolah menjadi pengingat yang tepat bagi seluruh jamaah yang hadir. Refleksi kota Probolinggo ini juga ditekankan dalam pesan khotbah agar lebih memaknai arti kebersamaan.
Usai salat, suasana menjadi lebih cair. Wali Kota tak canggung berbaur dan menyapa warga. Beliau mengungkapkan rasa syukurnya karena melalui agenda yang telah berjalan selama lima bulan terakhir ini, ia justru mendapatkan kejutan manis.
“Alhamdulillah, di sini saya malah bertemu sahabat lama. Ini nikmat yang luar biasa. Melalui Safari Jumat bersama Baznas ini, saya bisa berkomunikasi langsung dengan takmir, tokoh masyarakat, dan mendengar aspirasi warga secara pribadi,” ungkapnya dengan hangat yang merupakan refleksi dari kota Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Aminuddin juga memaparkan progres kerja selama sepuluh bulan masa kepemimpinannya. Salah satu fokus utamanya adalah program Probolinggo Bersolek, yang juga bagian dari refleksi kota Probolinggo.
Ia menekankan bahwa keindahan kota adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari lingkup terkecil. Sebagai refleksi atas perkembangan kota Probolinggo, partisipasi warga sangat penting.
Beberapa poin penting yang ditekankan beliau antara lain:
Peran RT/RW: Menggerakkan warga untuk rutin melakukan kerja bakti demi kenyamanan lingkungan.
Kesadaran Lingkungan: Menjadikan jargon Probolinggo Bersolek sebagai aksi nyata, bukan sekadar simbolis. Refleksi yang mendalam bagi kota Probolinggo, aksi ini bukan hanya simbol semata.
Antisipasi Banjir: Menginformasikan bahwa normalisasi saluran air telah dilakukan secara masif untuk mencegah genangan di musim hujan.
“Tujuannya jelas, agar kota kita bersih dan sehat. Jika ada genangan, itu adalah bagian dari adaptasi fisik irigasi yang terus kita pantau dan evaluasi,” jelas dr. Aminuddin. Refleksi dari kota Probolinggo terlihat dari upaya ini.
Menutup pertemuannya, ia mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu, guna meminimalisir risiko banjir dan menjaga derajat kesehatan masyarakat.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












