PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Suasana khidmat menyelimuti Aula Pondok Pesantren Hidayatullah di Jalan Porong, Kedopok, pada Sabtu (10/1) pagi. Walikota Probolinggo turut hadir dalam acara tersebut, menambah kesakralan suasana.
Kehadiran Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin, menjadi momentum penting dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VI Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Hidayatullah. Walikota Probolinggo menyatakan dukungannya secara penuh.
Bukan sekadar seremonial, kehadiran orang nomor satu di Kota Probolinggo ini membawa pesan kuat mengenai pentingnya pembangunan inklusif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dalam hal ini, Walikota Probolinggo terus menunjukkan komitmen ini.
Dalam pidato sambutannya, dr. Aminuddin tidak segan melontarkan pujian atas konsistensi Hidayatullah yang telah mewarnai Indonesia sejak tahun 1973.
Ia menegaskan bahwa kontribusi organisasi ini dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial merupakan aset berharga bagi daerah. Walikota Probolinggo mengapresiasi kontribusi ini.
“Kolaborasi adalah kunci. Sejak awal dilantik, fokus kami adalah menumbuhkan sifat inklusif. Pemerintah harus terbuka bagi siapa saja yang ingin membangun daerah, baik melalui fasilitasi maupun pendampingan,” tegas Walikota Aminuddin.
Ia juga mengajak seluruh ormas yang hadir untuk berjalan beriringan dengan pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai religius dan karakter warga Kota Probolinggo di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Musda kali ini mengusung tema besar:
“Meneguhkan Jati Diri, Menumbuhkan Kemandirian, Menebar Kemanfaatan”.
Ketua DPD Hidayatullah Kota Probolinggo, Ustaz Komad, menyampaikan bahwa forum ini adalah ajang strategis untuk evaluasi total dan penguatan struktur organisasi ke depan.
Hal senada dipertegas oleh Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Drs. Amun Rowie. Ia menekankan bahwa program kerja yang disusun harus lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial yang ada, sehingga manfaat kehadiran organisasi dapat dirasakan langsung oleh umat dan masyarakat bersama Walikota Probolinggo.
Kemeriahan acara tidak berhenti pada diskusi formal. Sebagai bentuk implementasi dari tema Menebar Kemanfaatan, acara ditutup dengan serangkaian aksi sosial yang menyentuh masyarakat bawah, di antaranya:
Penyaluran sembako bagi keluarga pra-sejahtera.
Pemberian beasiswa untuk santri tahfidz (penghafal Al-Qur’an).
Bantuan fasilitas gedung asrama tahfidz melalui Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan Kemenag, MUI, FKUB, serta para pimpinan ormas Islam lainnya, yang semakin mempertegas semangat kebersamaan dengan Walikota Probolinggo di Kota Probolinggo.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












