Bakteri Pemakan Daging Tewaskan 77 orang di Jepang

- Jurnalis

Sabtu, 22 Juni 2024 - 03:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bolinggonews.com – Sejumlah 77 orang di negara jepang dilaporkan meninggal akibat bakteri pemakan daging atau sindrom syok toksik streptokokus (STSS).

Hal itu diungkap oleh Kementerian Kesehatan Jepang yang mencatat sebanyak 977 kasus sindrom syok toksik streptokokus (STSS), yang memiliki tingkat kematian hingga 30 persen. Ada 77 orang meninggal akibat infeksi itu antara Januari dan Maret.

Wabah ini berlangsung di Jepang sudah melampaui rekor tahun lalu sebanyak 941 infeksi awal – tertinggi sejak statistik dimulai pada tahun 1999.

Institut Penyakit Menular Nasional Jepang sudah melaporkan sebanyak 97 kematian akibat STSS tahun lalu, jumlah kematian tertinggi kedua dalam enam tahun terakhir.

Baca Juga :  Gagal Dibegal, Pelajar di Kota Probolinggo Alami Luka Sayat di Punggung

“Bahkan dengan pengobatan, STSS dapat mematikan. Dari 10 orang dengan STSS, sebanyak tiga orang akan meninggal karena infeksi tersebut,” kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dikutip pada Sabtu (22/6/2024).

“Namun, sebagian besar pasien yang tertular penyakit tersebut memiliki faktor kesehatan lain yang dapat menurunkan kemampuan tubuh mereka untuk melawan infeksi, seperti kanker atau diabetes,” tambahnya.

Infeksi streptokokus ini sebagian besar berhasil dikekang oleh pengendalian covid-19, yakni penggunaan masker dan menjaga jarak sosial, namun setelah tindakan itu dilonggarkan, banyak negara melaporkan peningkatan kasus tersebut.

Baca Juga :  Wujudkan Ketahanan Pangan, Polri Dampingi Kelompok Tani di Sumberasih Rawat 5,5 Hektare Jagung

Pada Desember 2022, lima negara Eropa melaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang peningkatan streptokokus grup A invasif (iGAS), dengan anak-anak di bawah 10 tahun sebagai kelompok yang paling terdampak.

Kemudian Pada Maret, otoritas Jepang juga memperingatkan tentang lonjakan kasus STSS. CDC mengatakan, orang tua dengan luka terbuka berisiko lebih tinggi tertular STSS.

“Namun, para ahli tidak tahu bagaimana bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh hampir setengah dari orang yang terkena STSS,” kata CDC dilansir dari situs webnya.

Berita Terkait

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi
260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov
Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan
Viral Jual Beli Bansos, Dinsos Probolinggo Beri Respon Tegas
Perkuat Sinergitas, DPC PPP Kota Probolinggo Gelar Audiensi dengan Wali Kota dr. Aminudin
Perkuat Sinergi, KONI Bantul Studi Tiru ke Kota Probolinggo
Probolinggo Bersolek Exhibition Dibuka, 132 Tenant Padati Stadion Bayuangga

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 27 September 2026 - 10:22 WIB

260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov

Sabtu, 26 September 2026 - 11:35 WIB

Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan

Selasa, 22 September 2026 - 12:38 WIB

Viral Jual Beli Bansos, Dinsos Probolinggo Beri Respon Tegas

Sabtu, 19 September 2026 - 21:53 WIB

Perkuat Sinergitas, DPC PPP Kota Probolinggo Gelar Audiensi dengan Wali Kota dr. Aminudin

Berita Terbaru

Hukum

Maling Satroni Kandang, Dua Sapi di Probolinggo Raib

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:33 WIB