PROBOLINGGO,bolinggonews.com– Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2025, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kota Probolinggo bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Sertifikat Halal bagi pelaku usaha lokal. Acara berlangsung di Aula Kantor Kemenag setempat.(11/10/2025)
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk khidmah santri kepada masyarakat dalam bidang ekonomi, sekaligus wujud nyata semangat Hari Santri untuk berkontribusi terhadap kemaslahatan umat.
Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, S.Ag., yang hadir membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif PC ISNU. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan misi Kemenag dalam memperkuat ekosistem halal dan memberdayakan pelaku UMKM.
“Semangat Hari Santri adalah semangat kontribusi. Meski penyelenggaraan jaminan produk halal kini menjadi kewenangan BPJPH, Kemenag akan selalu berada di garda terdepan dalam sinergi ini. Membantu pelaku usaha memperoleh sertifikat halal merupakan bentuk nyata kontribusi kita untuk membangun kemandirian ekonomi umat,” ujar Didik dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua PC ISNU Kota Probolinggo, Indah Yuliati, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi implementasi nyata pengabdian santri dan sarjana NU di sektor ekonomi.
“Inilah cara kami memaknai Hari Santri — dengan turun langsung melayani masyarakat. Sejak program pendampingan ini dimulai pada 2022, pendamping halal dari ISNU telah membantu penerbitan 1.774 sertifikat halal. Angka ini menjadi bukti bahwa semangat santri dalam melayani umat terus menyala,” ungkap Indah.
Acara turut dihadiri Ketua PCNU Kota Probolinggo, H. Arbai Hasan, serta menghadirkan Muhammad Arifiyanto, Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dari Lembaga Solusi Halal (LSH) PW ISNU Jawa Timur, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Arifiyanto menjelaskan secara rinci mekanisme pendaftaran sertifikasi halal, termasuk kemudahan sistem self-declare bagi pelaku usaha mikro.
Puluhan pelaku UMKM dan calon pendamping halal yang mengikuti kegiatan tampak antusias. Selain mendapatkan wawasan teknis, mereka juga memperoleh motivasi untuk meningkatkan daya saing usaha melalui legalitas halal.
Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa semangat Hari Santri tidak hanya diperingati dengan upacara dan simbol, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat dan kemajuan masyarakat Probolinggo.












