PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Komitmen untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di Kota Probolinggo kembali diperkuat. Salah satu inisiatif yang dijalankan untuk mendukung program ini adalah melalui Sppg.
Bertempat di kawasan strategis pergudangan Jalan Bromo, Yayasan Satya Bakti resmi mengoperasikan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) terbarunya di wilayah Kecamatan Kademangan, Jumat (6/2).
Kehadiran SPPG ini bukan sekadar menambah angka infrastruktur, melainkan menjadi bagian dari mesin penggerak kesehatan bagi generasi muda di Probolinggo.
Dengan aroma masakan sehat yang mulai mengepul dari dapur produksinya, unit ini siap melayani distribusi asupan bergizi secara rutin.
Hingga saat ini, tercatat ada 21 SPPG yang terdaftar di Kota Probolinggo. Meski demikian, belum seluruhnya beroperasi penuh karena 3 unit di antaranya masih dalam tahap persiapan teknis.
Berikut adalah rincian sebarannya:
Kecamatan Jumlah SPPG :
Kanigaran 6 Unit
Mayangan 4 Unit
Kademangan 4 Unit
Kedopok 4 Unit
Wonoasih 3 Unit
Ketua Yayasan Satya Bakti, Pramono mengatakan, SPPG ini adalah bentuk kontribusi menyehatkan anak didik di sekolah serta mereka yang membutuhkan.
Dan, ikut mendukung pengusaha dan petani yang terlibat dalam Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bahan baku kami ambil dari Probolinggo, dengan begitu ikut mensejahterahkan ekonomi pelaku usaha di sini yang hasilnya bisa mensupport MBG.
Mudah-mudahan ini menjadi SPPG yang bermanfaat, efektif sebagai bagian dari wujud dukungan program pemerintah,” kata Pramono.
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari yang hadir meresmikan SPPG Triwung Lor ini menegaskan, MBG adalah salah satu program nasional dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk anak-anak sekolah serta penerima manfaat lainnya.
Untuk itu, kata Ina, maka SPPG harus memperhatikan kualitas, menu dan gizi yang terukur.
“Semoga bisa memberi manfaat, bisa memberi kebaikan dan keberkahan bagi sekitarnya. Perputaran ekonomi akan terjadi, karena melibatkan pelaku usaha di Kota Probolinggo.
Empat sehat lima sempurna harus selalu terjaga,” ujar wawali.
Dengan keberadaan SPPG, lanjut Wawali Ina, memberikan arti penting dan strategis menyediakan makanan layak dan sehat serta bergizi sebagai bentuk kolaborasi yayasan dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia berkualitas sejak dini.
“Dapur SPPG harus dikelola secara professional, higienis dan tepat sasaran tepat manfaat,” imbuhnya.
Seremonial peresmian SPPG ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemecahan kendi di dua unit kendaraan pengangkut MBG.
Selanjutnya, Wawali Ina didampingi pihak terkait meninjau SPPG mengubah gudang menjadi sedemikian rupa, sesuai SOP dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala SPPG Ocean Garden Triwung Lor M. Nur Widarto menyebut dalam pekan ini relawan membuat 957 porsi MBG.
“Untuk minggu kedua dan seterusnya (jumlahnya) bertahap,” imbuhnya.
Ikut mendampingi Wawali Ina, Kepala Disdikbud Siti Romlah, Sekretaris Bapperida Gofur Effendi, perwakilan Dinkes P2KB. Nampak juga perwakilan forkopimda dan forkopimcam setempat.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












