Aktivitas Bangsa Jin di Bulan Ramadan: Antara Mitos dan Syariat

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi aktivitas bangsa jin

Gambar ilustrasi aktivitas bangsa jin

Probolinggo,bolinggonews.com – Bulan Ramadan sering kali diidentikkan dengan suasana spiritual yang kental, dibarengi dengan keyakinan populer bahwa seluruh entitas setan dibelenggu.

Namun, fenomena mengenai keberadaan dan aktivitas bangsa jin di bulan suci ini tetap menjadi topik diskursus yang menarik dalam khazanah keislaman.

Memahami hakikat kehidupan bangsa jin memerlukan penelaahan mendalam terhadap dalil-dalil Naqli guna meluruskan persepsi masyarakat yang sering kali bercampur dengan mitos.

Sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Jinn, bangsa jin bukanlah entitas yang monolitik. Mereka memiliki struktur sosial dan klasifikasi moral yang serupa dengan manusia.

Allah SWT mengabarkan bahwa di antara mereka terdapat kelompok yang saleh dan kelompok yang menyimpang.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abbas menjelaskan istilah thara’iq qidada sebagai bentuk keberagaman jalan hidup bangsa jin. Mereka memiliki perbedaan keyakinan, mazhab, dan ketaatan.

Secara teologis, jin juga terbagi dalam berbagai klasifikasi keagamaan, termasuk jin muslim yang mengikuti syariat nabi, yang dalam praktiknya juga mengikuti ijtihad para imam mazhab sebagaimana yang terjadi pada masyarakat manusia.

Baca Juga :  FKUB Kota Probolinggo Gelar Seminar Nasional: Menemukan Titik Tengah dalam Masyarakat Multikultural

Bangsa jin merupakan makhluk mukallaf, yaitu makhluk yang diberikan beban syariat. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Surah Az-Zariyat ayat 56:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Kewajiban ini mencakup seluruh rukun Islam, termasuk ibadah puasa di bulan Ramadan, salat, dan zakat. Oleh karena itu, jin muslim memiliki komitmen ibadah yang sama dengan manusia.

Mereka menjalankan kewajiban menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa serta melaksanakan ibadah malam (tarawih) di komunitas mereka masing-masing.

Terdapat miskonsepsi umum mengenai hadis yang menyatakan bahwa setan dibelenggu selama Ramadan.

Para ulama, termasuk dalam syarah kitab Fathul Bari, memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai hal ini. Terdapat dua pendapat utama:

Makna Majazi (Metaforis): Pembelengguan diartikan sebagai berkurangnya ruang gerak setan karena manusia disibukkan dengan ibadah dan pengendalian hawa nafsu.

Baca Juga :  DPRD Kota Probolinggo Dukung Usulan FKUB, tentang Perda Kerukunan Umat Beragama 

Makna Hakiki: Secara fisik, Allah membelenggu kelompok tertentu dari bangsa jin. Namun, mayoritas ulama berpendapat bahwa yang dibelenggu hanyalah golongan Maradah (setan-setan pembangkang yang sangat kuat).

Implikasinya, bangsa jin yang tidak termasuk dalam kategori Maradah, baik yang muslim maupun yang kafir, tetap memiliki kebebasan beraktivitas secara natural.

Hal ini menjawab pertanyaan mengapa gangguan-gangguan kecil atau fenomena metafisika tertentu terkadang masih ditemukan di bulan Ramadan.

Secara esensial, bangsa jin adalah makhluk Tuhan yang hidup berdampingan di dimensi yang berbeda dengan manusia. Ramadan merupakan bulan ibadah bagi seluruh makhluk mukallaf, termasuk jin muslim.

Dengan memahami bahwa eksistensi mereka berada di bawah aturan syariat yang sama, manusia diharapkan dapat bersikap proporsional menghormati eksistensi sesama makhluk ciptaan Allah tanpa harus terjebak dalam rasa takut yang berlebihan yang dapat mengganggu fokus ibadah.

Penulis : id

Editor : Nos

Sumber Berita : Berbagai sumber / YT

Berita Terkait

Polisi Turun ke Lahan Jagung 6.000 Meter Persegi di Tongas, Pastikan Pertanian Berjalan Baik
Ditinggal Jogging, Motor Listrik Dikunci Ganda Raib di Alun-alun Probolinggo
Diganti dari Sekretaris Gerindra Kota Probolinggo, Gus Nur : SKnya Mana?
Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi
260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov
Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan
Sosialisasi Cukai Tembakau dan Rokok Ilegal Sasar RT/RW dan Tomas di Probolinggo

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Polisi Turun ke Lahan Jagung 6.000 Meter Persegi di Tongas, Pastikan Pertanian Berjalan Baik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Ditinggal Jogging, Motor Listrik Dikunci Ganda Raib di Alun-alun Probolinggo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Diganti dari Sekretaris Gerindra Kota Probolinggo, Gus Nur : SKnya Mana?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Senin, 28 September 2026 - 13:03 WIB

Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi

Berita Terbaru