PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Probolinggo, hujan deras yang disertai angin puting beliung menerjang Dusun beringin dan Dusun Kukun, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih. Sabtu sore (07/02/2026).
Meski tidak memakan korban jiwa, terjangan angin mengakibatkan kerusakan signifikan pada belasan rumah warga dan fasilitas ibadah. Kejadian yang dipicu oleh angin ini begitu cepat dan cukup menakutkan bagi masyarakat Pohsangit Leres.
Babinsa Desa Pohsangit Leres, Serda Kasmun, yang berada di lokasi kejadian menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berlangsung cukup cepat namun mencekam. Fenomena angin seperti ini harus tetap diwaspadai kedepannya.
Menurutnya, tanda-tanda cuaca buruk sudah terlihat sejak pukul 16.10 WIB dan salah satu faktor utama tentu saja angin yang bertiup kencang.
“Awalnya hujan turun sangat lebat disertai suara gemuruh angin yang sangat kencang. Puncaknya sekitar pukul 16.40 WIB, angin puting beliung terpantau melintasi pemukiman warga di Dusun Bringin.
Warga sempat panik saat melihat atap-atap beterbangan,” ujar Serda Kasmun. Selain itu, intensitas angin sore itu jauh di atas rata-rata harian.
Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan Serda Kasmun bersama perangkat desa dan pihak terkait, dampak dari angin bencana ini meliputi:
Rumah Warga: Sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan , mulai dari kategori rusak ringan hingga berat (mayoritas pada bagian atap). Jumlah belum ditambah rumah yang terdampak di luar Desa Pohsangit Leres.
Fasilitas Umum: 2 Mushola mengalami kerusakan yang disebabkan oleh angin puting beliung.
Infrastruktur: Pohon tumbang serta putusnya jaringan kabel listrik dan WiFi akibat tertimpa reruntuhan. Kerusakan terjadi terutama karena angin yang sangat kuat.
Korban Jiwa: Nihil.
Pasca kejadian, jajaran TNI dari Koramil Sumberasih melalui Babinsa langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Probolinggo dan Muspika setempat yang menghadapi dampak angin di kawasan terdampak.

Sementara Kepala Desa Pohsangit leres Salam, menegaskan pihaknya bersama babinsa dan BPBD serta masyarakat fokus pada evakuasi barang rumah yang terdampak serta pengamanan lokasi. Proses evakuasi sangat memperhitungkan potensi angin susulan.
“Kondisi di lapangan masih cukup semrawut karena banyak runtuhan genting, asbes, serta kabel yang menjuntai. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang susulan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, personil TNI, Polri, dan BPBD masih bersiaga di lokasi untuk membantu warga membersihkan puing-puing bangunan dan mendata secara detail kerugian materiil yang dialami masyarakat akibat angin hari itu.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com











