Pemkot Probolinggo Perkuat Pendidikan Inklusif, Ratusan Guru dan Orang Tua Dilatih Manfaatkan Hasil Asesmen ABK

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Guru dan Orang Tua Dilatih Manfaatkan Hasil Asesmen ABK.

Ratusan Guru dan Orang Tua Dilatih Manfaatkan Hasil Asesmen ABK.

PROBOLINGGO, bolinggoNews.com – Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat komitmen layanan pendidikan inklusif melalui kegiatan strategis yang berfokus pada peningkatan kompetensi Guru Pendamping Khusus (GPK) dan pemanfaatan hasil asesmen Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) secara optimal.

Kegiatan yang bertajuk Penguatan Kompetensi bagi Guru Pendamping Khusus dan Pemanfaatan Hasil Asesmen bagi Siswa Disabilitas Tahun 2025 ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo.

Dan digelar pada Sabtu (6/12/2025) di Bale Hinggil, kegiatan ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang setara.

kegiatan strategis yang berfokus pada peningkatan kompetensi Guru Pendamping Khusus (GPK)

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh GPK dari jenjang SD hingga SMP (negeri dan swasta), serta melibatkan orang tua siswa disabilitas yang telah menjalani asesmen diagnostik.

Dukungan penuh ditunjukkan dengan hadirnya narasumber ahli dari Universitas Negeri Malang (UM) dan Unit Layanan Disabilitas (ULD), memastikan materi yang diberikan bersifat aplikatif untuk kebutuhan pembelajaran sehari-hari.

Baca Juga :  Polres Probolinggo Kota Kirimkan 2.000 Karung Pasir Guna Tanggulangi Abrasi di Gili Ketapang

Mewakili Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid PPD), Akhmad Fauzi, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme peserta.

“Antusiasme yang tinggi ini adalah cerminan semangat kita bersama untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan terbaik,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif memerlukan kolaborasi kuat antara sekolah, guru, orang tua, dan tenaga ahli.

“Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang adil, layak, dan sesuai dengan kebutuhan individualnya. Oleh karena itu, sinergi antara semua pihak adalah kunci utama,” tambahnya.

Materi pelatihan mengulas secara mendalam pentingnya kemampuan guru dalam membaca dan menginterpretasi hasil asesmen diagnostik.

Hasil interpretasi ini menjadi dasar vital dalam penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI) serta pengembangan strategi pembelajaran adaptif yang sesuai dengan karakteristik spesifik peserta didik.

Dengan penguatan ini, GPK diharapkan mampu mengambil keputusan pedagogis yang tepat dan memberikan pendampingan yang lebih berkualitas, sehingga setiap potensi anak dapat terasah maksimal.

Baca Juga :  Water Run 2025, Ribuan Peserta Ramaikan GOR A. Yani Kota Probolinggo

Selain fokus pada pengembangan kompetensi guru, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana penting untuk komunikasi dan konsultasi antara sekolah dan orang tua.

Sesi khusus bagi orang tua memberikan pemahaman mendalam tentang cara memanfaatkan hasil asesmen untuk mendukung perkembangan anak di rumah.

Sesi ini juga menyediakan klinik konsultasi individu antara orang tua dan narasumber.

Tujuannya adalah menciptakan kesinambungan layanan yang harmonis antara sekolah dan keluarga, membangun fondasi yang kuat bagi masa depan cerah setiap anak.

Melalui program ini, Kota Probolinggo semakin mantap mewujudkan daerah yang konsisten mendorong pendidikan inklusif, ramah anak, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

Komitmen nyata ini adalah langkah progresif yang patut dicontoh, selaras dengan visi Kota Probolinggo BERSOLEK.

Penulis : Id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Keputusan Final, Pemkot Probolinggo Tolak Pengaduan Izin Homestay Hadi’s Ketapang
Targetkan 7 Kursi Legislatif, Gerindra Kota Probolinggo Solid Suarakan Dua Periode
Pemerintah Kota Probolinggo Menghidupkan Kembali Sejarah di Balik Menara Air Randupanggar
Kapolres Probolinggo Kota Pimpin Bersih-bersih Pantai Mayangan, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Aktivitas Bangsa Jin di Bulan Ramadan: Antara Mitos dan Syariat
Dorong Ekonomi Lokal, Wali Kota Probolinggo Tebar 4.000 Bibit Ikan di Ranu Sentong
Angin Puting Beliung Terjang Desa Pohsangit Leres Probolinggo, Puluhan Rumah Rusak
Perkuat Ketahanan Gizi, Puluhan SPPG Kini Tersebar di Kota Probolinggo

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:39 WIB

Keputusan Final, Pemkot Probolinggo Tolak Pengaduan Izin Homestay Hadi’s Ketapang

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:17 WIB

Targetkan 7 Kursi Legislatif, Gerindra Kota Probolinggo Solid Suarakan Dua Periode

Senin, 9 Februari 2026 - 16:45 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Menghidupkan Kembali Sejarah di Balik Menara Air Randupanggar

Senin, 9 Februari 2026 - 09:53 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Pimpin Bersih-bersih Pantai Mayangan, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:12 WIB

Aktivitas Bangsa Jin di Bulan Ramadan: Antara Mitos dan Syariat

Berita Terbaru