PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Tonggak kepemimpinan baru telah ditetapkan di Perusahaan Perseroan Daerah (Perumda) Bahari Tanjung Tembaga Kota Probolinggo.
Berdasarkan pengumuman resmi Nomor: 0025/PANSEL/XII/2025, Panitia Seleksi menetapkan Dr. Agus Efendi sebagai Komisaris Utama dan Noviyadi sebagai Direktur Utama (Direksi) terpilih.
Penetapan ini didasarkan pada Surat Keputusan Wali Kota Probolinggo Nomor: 100 3 3/438/KEP/425.012/2025 tanggal 11 Desember 2025, menyusul hasil akhir wawancara yang menunjukkan keunggulan kedua figur tersebut dalam aspek manajerial dan visi bisnis.
Dr. Agus Efendi meraih nilai tertinggi 7,62 di jajaran Komisaris, sementara Noviyadi memimpin jajaran Direksi dengan nilai mencolok 8,15.
Perumda Bahari Tanjung Tembaga merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan aset-aset pelabuhan serta logistik kemaritiman di Kota Probolinggo.
Baca juga :LIRA Kota Probolinggo Beri Peringatan Keras Soal Rekrutmen Komisaris & Direksi BTT !
Dengan letak geografis yang strategis, BUMD ini memiliki peran krusial dalam menunjang kegiatan ekspor-impor, perikanan, dan konektivitas antardaerah.
Penunjukan pimpinan baru ini diharapkan dapat mengatasi tantangan kinerja dan efisiensi yang dihadapi Perumda sebelumnya, serta memaksimalkan potensi Pelabuhan Tanjung Tembaga sebagai salah satu sentra ekonomi utama di Jawa Timur.
Pj Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo saat pembahasan Perda Penyertaan Modal Perseroda Bahari Tanjung Tembaga bersama Pansus DPRD mengatakan, modal dasar Perseroda ditetapkan sebesar Rp18,45 miliar.
Dengan kewajiban modal dari Pemkot minimal 51 persen.
“Rencana penyertaan modal dijadwalkan dicicil selama tiga tahun. Rp 6,93 miliar pada 2026, Rp 9,85 miliar pada 2027, dan sisanya Rp 1,485 miliar pada 2028,” tuturnya. Pada Rabu (26/11/2025).
BUMD tersebut dijadwalkan beroperasi pada 2026. Pada tahap awal Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, akan memfokuskan usaha pada angkutan logistik/generik.
Dengan rencana pembelian empat unit truk tronton sebagai armada operasional. Estimasi anggaran untuk pengadaan armada ini mencapai sekitar Rp 7 miliar.
“Pemkot berharap BUMD ini bisa menjadi mesin baru penggerak perekonomian kota. Memanfaatkan potensi pelabuhan, memfasilitasi logistik, distribusi barang, serta membuka peluang pendapatan asli daerah (PAD),” pungkas Rey Suwigtya.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












