Pihak Sekolah Beberkan Keseharian Pelajar di Probolinggo yang Meninggal Karena Bundir 

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah SMA 4 Kota Probolinggo

Sekolah SMA 4 Kota Probolinggo

PROBOLINGGO, bolinggonews.com – Pihak SMA 4 Kota Probolinggo menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya salah satu siswa kelas 10 mereka berinisial AFA (16).

Sebelumnya AFA ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Kecamatan Kanigaran, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban yang tercatat sebagai siswa kelas X tersebut diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikologis yang dialami dalam beberapa waktu terakhir.

Dugaan sementara, faktor lingkungan sekolah turut memengaruhi kondisi psikologis korban.

Menanggapi hal tersebut Humas, Ibu Neni, dan perwakilan kurikulum, Bapak Eko Marta, sekolah memberikan gambaran mengenai sosok almarhum serta mengklarifikasi kabar yang beredar di media sosial. Jum at (9/1/26)

Di mata para pendidik, AFA dikenal sebagai pribadi yang positif selama enam bulan menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Almarhum adalah anak yang supel, mudah bergaul, ceria, dan sangat aktif,” ungkapnya.

Kedekatannya dengan teman sejawat terlihat dari partisipasinya dalam berbagai organisasi.

Baca Juga :  Polres Probolinggo Kota Bekuk Residivis Kasus Curanmor di Rest Area Tongas

Selain aktif dalam ekstrakurikuler wajib Pramuka, Fajar juga merupakan anggota aktif Paskibra (FRC).

Neni menegaskan bahwa selama menjadi siswa, almarhum memiliki catatan perilaku yang baik dan tidak pernah tersandung masalah kedisiplinan.

Pihak sekolah juga menjelaskan bahwa pada hari Senin, almarhum masih tampak beraktivitas normal dan sempat mengikuti sesi foto bersama teman-teman sekelasnya.

Namun, pada hari Selasa, AFA meminta izin pulang lebih awal sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB karena mengeluh sakit.

Setelah sempat tidak masuk pada hari Rabu dengan keterangan sakit, pihak sekolah kemudian menerima kabar duka yang mengejutkan seluruh warga sekolah.

Menanggapi isu perundungan (bullying) yang sempat mencuat di media sosial dan berita. Neni didampingi Eko memberikan klarifikasi.

Sekolah menekankan bahwa mereka adalah institusi yang sangat ketat dalam pengawasan perilaku siswa.

SMA 4 Probolinggo merupakan satu-satunya sekolah di wilayah tersebut yang menjalankan Program Roots, sebuah inisiatif anti-perundungan dari Kemendikbudristek yang bekerja sama dengan UNICEF.

Baca Juga :  APBD Kota Probolinggo 2026 Disahkan, PKB : Anggaran KORMI Rp500 Juta Pemborosan

Atas keberhasilan program ini, pihak sekolah bahkan pernah mendapatkan undangan resmi ke Jakarta sebagai bentuk apresiasi.

Kami memiliki Agen Perubahan Sekolah (APS) di setiap kelas untuk memastikan keamanan siswa dari perundungan.

“Pernyataan ini diperkuat oleh kesaksian ketua kelas almarhum yang menegaskan bahwa tidak ada praktik perundungan yang menimpa AFA di lingkungan kelas,” pungkasnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zainal Arifin, mengungkapkan kepada awak media bahwa pihaknya telah memintai keterangan dari empat orang saksi kunci.

Para saksi tersebut meliputi pelapor, dua anggota keluarga, serta wali kelas korban.

Berdasarkan keterangan saksi, fakta yang mengarah pada dugaan bullying belum kami temukan.

Sebaliknya, korban dikenal sebagai sosok yang ramah, supel, dan aktif dalam berorganisasi di sekolahnya,” jelas AKP Zainal Arifin, Jumat (9/1/2026).

Penulis : Id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Semangat Berbagi di Jrebeng Lor: Mempererat Silaturahmi Melalui Distribusi Takjil
PAC GP Ansor Wonoasih Salurkan Bantuan Beras untuk Pos Kamling dan Dhuafa
Kejagung Hentikan Kasus PLD Rangkap GTT di Probolinggo, Muncul Isu Permintaan Rp300 Juta
11 SPPG di Kabupaten Probolinggo Ditutup Sementara, Sekda: Belum Penuhi SLHS
11 Tanaman Penolak Bala Menurut Primbon Jawa: Tak Hanya Mistis, Tapi Juga Medis
KPK Terbitkan SE Pencegahan Gratifikasi Hari Raya, Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik
Inovasi Irigasi Tetes: Walikota Probolinggo Panen Raya Cabai di Tengah Kenaikan Harga
Jelang Lebaran, 2.729 Warga Kota Probolinggo Terima BLT DBHCHT

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:22 WIB

Semangat Berbagi di Jrebeng Lor: Mempererat Silaturahmi Melalui Distribusi Takjil

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:39 WIB

PAC GP Ansor Wonoasih Salurkan Bantuan Beras untuk Pos Kamling dan Dhuafa

Minggu, 15 Maret 2026 - 00:53 WIB

Kejagung Hentikan Kasus PLD Rangkap GTT di Probolinggo, Muncul Isu Permintaan Rp300 Juta

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:06 WIB

11 SPPG di Kabupaten Probolinggo Ditutup Sementara, Sekda: Belum Penuhi SLHS

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:23 WIB

11 Tanaman Penolak Bala Menurut Primbon Jawa: Tak Hanya Mistis, Tapi Juga Medis

Berita Terbaru