PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Kontingen Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo mencatatkan sejarah baru dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejuprov) Jawa Timur 2026.
Tampil dengan performa yang melampaui prediksi, tim ini sukses membawa pulang total 10 medali, mematahkan target awal yang semula hanya dipatok sebanyak tujuh medali.
Lonjakan prestasi yang paling mencolok terjadi pada perolehan medali emas. Dari target dua medali, para atlet secara luar biasa berhasil menyabet lima medali emas. Selain itu, mereka juga meraih tiga perak dan dua perunggu.
Puncak kejayaan ini terjadi pada hari terakhir kompetisi di Surabaya, Minggu (10/5), melalui nomor Speed U-19 yang menjadi sektor lumbung juara bagi Kota Probolinggo.
Pelatih FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi, menjelaskan bahwa kategori speed memang sejak awal diproyeksikan untuk mendulang prestasi maksimal.
Menurutnya, hasil ini adalah buah dari dedikasi panjang di lapangan latihan.
“Kemampuan atlet yang mumpuni serta kepercayaan diri yang tinggi selama pertandingan menjadi kunci utama keberhasilan tersebut. Hasil ini adalah buah manis dari kerja keras dan latihan konsisten yang dilakukan para atlet sebelum kejuaraan dimulai,” ujar Iwan.
Bintang dalam kejuaraan kali ini adalah Dean Alifi Al Maqfira yang sukses mengawinkan gelar di nomor Boulder dan Lead U-19 putri.
Selain itu, emas juga dipersembahkan oleh Larasati Janitra Prayuda di nomor *SWR Kid* U-15 putri, serta Aditya Maulana Ibrahim dan Putri Aditya yang merajai nomor Speed U-19.
Perolehan ini semakin lengkap dengan sumbangan perak dari Putri Aditya, M. Hafiz Rayyan Rabbani, dan Amirah Irdina Maulidia. Selain itu ada juga perunggu dari Almaira Fauzira Nafisha Bilqis dan Alika Farzana Mutiah.
Ketua Umum FPTI Kota Probolinggo, Nur Fathur Rachman Efendi, atau yang akrab disapa Gusnur, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan seluruh skuad.
Namun, ia juga memberikan catatan kritis mengenai infrastruktur pendukung yang ada saat ini.
“Meski meraih hasil gemilang, penting adanya peningkatan fasilitas untuk menjaga momentum prestasi ini. Salah satu fokus utamanya adalah pembenahan sarana papan panjat (wall) agar sesuai dengan standar nasional,” tegas Gusnur.
Ia berharap sinergi yang kuat antara atlet, pelatih, hingga dukungan orang tua dapat terus terjaga.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, Gusnur optimis bahwa atlet panjat tebing Kota Probolinggo akan mampu bersaing tidak hanya di level provinsi, namun juga merambah hingga ke kancah nasional dan internasional.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












