Walikota Probolinggo Jawab Protes Mahasiswa Soal Honor Guru dan Mobil Dinas

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menemui perwakilan PMII dan BEM Kota Probolinggo di Lounge Kantor Wali Kota, Selasa (12/5).

Dalam pertemuan tersebut, Walikota Probolinggo juga memberikan beberapa arahan penting terkait perkembangan kota.

Audiensi ini merespons aksi unjuk rasa mahasiswa yang menyoroti sejumlah kebijakan publik, mulai dari kesejahteraan guru hingga pengadaan mobil dinas baru. Dengan begitu, Walikota diharapkan dapat merespons aspirasi warganya.

Ketua Umum PMII, Dedy, menyatakan aksi mereka adalah langkah terakhir karena audiensi sebelumnya buntu.

“Kami menuntut solusi konkret, terutama soal kesejahteraan guru dan kelanjutan dunia pendidikan,” katanya.

Mahasiswa menyoroti lima isu krusial: penghentian Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), lambatnya pengangkatan guru, pemotongan honor guru madrasah diniyah, relokasi PKL, hingga pengadaan mobil dinas listrik di tengah efisiensi anggaran.

Baca Juga :  Gerak Cepat Pemkab Probolinggo Atasi Banjir Leces: Sekda Ugas Turun Tangan Sedot Genangan

Menanggapi itu, Aminuddin mengklaim pemerintah tidak antikritik. Terkait BOSDA, ia berdalih penghentian sementara terjadi karena adanya transisi sistem pencairan dari tunai ke nontunai.

“Kami juga akan merekrut ASN untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik,” ujar Aminuddin selaku Walikota.

Soal honor guru ngaji yang menyusut, Aminuddin menyebut hal itu sebagai langkah pemerataan. Ia mengklaim kebijakan ini telah disepakati bersama DPRD agar bantuan bisa menjangkau lebih banyak penerima.

 

Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Riyadlus Sholihin, memperkuat penjelasan tersebut. Menurutnya, penyesuaian honor bukan berarti penghapusan.

Baca Juga :  Serba Rp10.000:Tenda Pagi Bangkitkan Puluhan UMKM di Kota Probolinggo

“Ini agar lebih adil dan merata,” kata Riyadlus. Ia pun meminta mahasiswa tetap menjadi mitra kritis dalam mengawal kebijakan tersebut. Jadi, Walikota mempunyai peranan penting dalam setiap keputusan terkait publik.

Adapun soal pengadaan mobil dinas listrik yang menuai polemik, Aminuddin berkilah bahwa kebijakan itu merupakan instruksi pemerintah pusat.

“Langkah ini justru untuk efisiensi biaya operasional jangka panjang,” tuturnya.

Mengenai relokasi PKL, pemerintah memastikan penataan menggunakan dana CSR, bukan APBD, untuk menjamin ketersediaan lokasi strategis bagi pedagang.

 

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Wali Kota Probolinggo Kunjungi 10 Bayi yang Lahir 17 Agustus
Detik-Detik Proklamasi, Pengendara di Probolinggo Kompak Hormat Merah Putih
Rutan Kraksaan Serahkan Remisi Umum HUT ke-81 RI: 188 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana
Polisi Pantau Lahan Jagung Jrebeng Lor untuk Dukung Ketahanan Pangan
Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Jrebeng Lor Probolinggo Gelar Lomba Lampu Hias Rumah
DPRD Kota Probolinggo Dorong Percepatan P-APBD 2026 demi Pembangunan Infrastruktur dan Kesejahteraan Guru
Dua Atlet Muaythai Probolinggo Sabet Medali di Kejurnas IMC 2026 Bekasi
Pemkot Probolinggo Bebaskan Denda PBB 2008–2025 Spesial HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:03 WIB

HUT ke-81 RI, Wali Kota Probolinggo Kunjungi 10 Bayi yang Lahir 17 Agustus

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Detik-Detik Proklamasi, Pengendara di Probolinggo Kompak Hormat Merah Putih

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Rutan Kraksaan Serahkan Remisi Umum HUT ke-81 RI: 188 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Polisi Pantau Lahan Jagung Jrebeng Lor untuk Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:25 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Jrebeng Lor Probolinggo Gelar Lomba Lampu Hias Rumah

Berita Terbaru