PROBOLINGGO, Bolinggonews.com – Suasana di pasar tradisional Kota Probolinggo mendadak tegang bagi kantong para pembeli menjelang hari raya Iduladha 1447 H. Harga kebutuhan pokok seperti sayur juga ikut naik di momen ini.
Komoditas mentimun secara mengejutkan menjadi primadona pembicaraan karena kenaikan harganya yang paling mencolok dibandingkan sayuran lainnya.
Di lapaknya yang riuh pada Selasa (12/05), seorang pedagang bernama Mohammad menunjukkan fakta bahwa harga mentimun telah meroket hingga lebih dari 100 persen.
Sayuran yang biasanya dibanderol murah seharga Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram, kini terpaksa ditebus konsumen dengan harga Rp10.000 per kilogram.
“Hampir seluruh jenis sayuran naik, tapi mentimun ini yang lonjakannya sangat terasa bagi pembeli,” ujar Mohammad.
Kenaikan ini ternyata hanyalah awal dari efek domino yang menyerang komoditas dapur lainnya. Cabai rawit merah kini bertengger di angka Rp90.000 per kilogram, bahkan diprediksi bisa menembus angka Rp130.000 jika pasokan tidak kunjung stabil.
Selain itu, buncis merangkak ke kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000, sementara kembang kol mengalami lonjakan tajam ke harga Rp30.000 per kilogram, disusul oleh kol dan pokcoy yang juga mengalami kenaikan harga signifikan.
Mohammad menambahkan kekhawatirannya bahwa jika kondisi ini terus berlanjut tanpa pasokan yang stabil, harga akan semakin tidak terkendali saat mendekati hari raya.
Fenomena mencekiknya harga pangan ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang tidak sebanding dengan ketersediaan stok di tingkat distributor.
Faktor cuaca berupa hujan yang sering mengguyur wilayah Probolinggo turut memperburuk keadaan karena menghambat proses panen petani dan mengganggu jalur distribusi logistik.
Ketergantungan terhadap barang yang didatangkan dari luar kota membuat harga sangat sensitif terhadap gangguan pengiriman, sehingga kondisi ini diprediksi akan terus merangkak naik hingga puncaknya pada H-3 Iduladha.
Menanggapi keresahan warga, Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan ketat setiap hari.
“Kami melakukan pemantauan harga pasar setiap hari untuk memastikan tidak ada lonjakan yang tidak wajar,” tegas Slamet saat menjelaskan langkah antisipasi pemerintah.
Sebagai langkah konkret untuk mengintervensi harga, pemerintah rutin menggelar Pasar Murah setiap hari Senin dan Rabu di Pasar Baru serta Pasar Wonoasih.
Selain itu, Slamet menekankan bahwa pihaknya telah mengagendakan inspeksi mendadak ke sejumlah titik pada minggu depan guna memastikan pasokan dan harga tetap aman bagi masyarakat.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












