PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Pasca terjadinya pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Probolinggo selama dua pekan terakhir, PT PLN (Persero) UP3 Pasuruan menyampaikan permohonan maaf resmi dan memaparkan langkah strategis sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Dalam audiensi bersama Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, Selasa (24/6), Manajer PLN UP3 Pasuruan, Agus Susanto, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan percepatan pemulihan pada sisi pembangkit.
PLN memastikan bahwa pasokan listrik telah kembali normal sejak Senin lalu. Sebagai langkah preventif, PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan sistem kelistrikan guna menghindari kendala teknis serupa yang sebelumnya memicu manajemen beban.
“Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan. Kami terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Alhamdulillah, sejak Senin pasokan listrik sudah kembali normal dan kami berharap kondisi serupa tidak terulang,” ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa PLN juga berjanji untuk meningkatkan transparansi dengan memberikan informasi serta pemberitahuan lebih awal kepada masyarakat jika di masa depan terdapat agenda pemeliharaan jaringan.
Tidak hanya fokus pada pemulihan keandalan sistem, PLN juga membawa sejumlah janji layanan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
PLN membuka akses luas bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) secara gratis, khususnya bagi warga yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2.
Masyarakat yang memenuhi syarat dapat diusulkan melalui Pemerintah Kota Probolinggo dengan melampirkan Nomor Induk Kependudukan untuk proses verifikasi dan survei lapangan.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, PLN berkomitmen menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) senilai Rp300 juta yang akan difokuskan untuk mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Probolinggo.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap penataan kota yang berkelanjutan, PLN juga menawarkan kerja sama pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang disertai skema bagi hasil sebesar 25 persen bagi pemerintah daerah.
Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menyambut baik berbagai komitmen tersebut. Ia menekankan pentingnya respons cepat dan komunikasi yang transparan dari pihak penyedia energi.
“Permasalahan kemarin bukan sesuatu yang direncanakan. Itu terjadi karena situasi dan kondisi teknis yang ada. Ke depan kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. Yang terpenting adalah adanya informasi dan pemberitahuan lebih awal kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dokter Aminuddin optimistis bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Program ini tentu sangat membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya pemasangan listrik. Di sisi lain, akses listrik yang lebih baik juga dapat mendukung peningkatan produktivitas, khususnya bagi pelaku UMKM,” pungkasnya.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












