PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Suasana Kampung Benteng, Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo mendadak berubah menjadi mesin waktu pada Jumat malam (19/6).
Melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) Barokah, warga setempat sukses menggelar Festival Seni dan Budaya Pasar VOC Part 3.
Mengusung tema Jejak Perjuangan Warisan Budaya, Kita Bangun Masa Depan Kelurahan Mayangan, acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan upaya konkret dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif masyarakat.
Atmosfer Tempo Dulu yang Memikat
Begitu memasuki area festival, pengunjung langsung disuguhkan dekorasi khas era perjuangan.
Nuansa masa lampau semakin kental dengan kehadiran para tamu undangan, termasuk Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, yang tampil serasi mengenakan busana bernuansa perjuangan.
Para peserta lainnya pun tak kalah totalitas dengan kostum khas Jawa, seragam pejuang, hingga gaya kolonial yang membuat suasana malam itu terasa hidup dan edukatif.
Daya tarik utama festival ini terletak pada deretan stan UMKM yang menjajakan berbagai kuliner “jadul” atau tradisional yang kini mulai langka. Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, tampak antusias meninjau stan-stan tersebut bersama istri.
Keduanya bahkan memborong aneka jajanan tradisional untuk dibagikan langsung kepada pengunjung yang hadir.
“Kami ingin menghadirkan ruang edukasi dan hiburan yang memadukan seni, budaya, kuliner, dan musik bagi masyarakat,” ujar Lurah Mayangan, Wisynu Setiawan.
Festival Pasar VOC Part 3 menjadi bukti suksesnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Probolinggo, LPM, Pokmas, dan seluruh elemen masyarakat. Wali Kota Probolinggo memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini.
“Ini membuktikan bahwa sinergi yang kuat mampu menghasilkan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan. Saya berharap ke depan lahir lebih banyak event kreatif yang melibatkan dunia usaha dan perbankan untuk mendongkrak UMKM dan ekonomi Kota Probolinggo,” tegas dr. Aminuddin.
Selain pertunjukan seni yang memukau—mulai dari tari, teater, hingga fashion show antar Ketua RT festival ini juga memberikan manfaat praktis.
Masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga dapat memanfaatkan layanan publik berupa perpanjangan pajak kendaraan bermotor dari Kantor Bersama Samsat yang tersedia di lokasi.
Antusiasme warga pun sangat tinggi. Hari, salah satu warga Mayangan, mengaku sangat menikmati acara ini. “Selain bisa wisata kuliner dan menikmati hiburan malam, acara ini jadi ajang silaturahmi yang hangat antar tetangga,” ungkapnya.
Festival Pasar VOC Part 3 bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan langkah strategis menjadikan Kampung Benteng sebagai destinasi wisata unggulan yang berdampak positif pada kesejahteraan warga Kota Probolinggo.
Penulis : Inos
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












