PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Probolinggo, dr. Evariani, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Studio Senam Elisabeth (SSE) di lantai 2 Rumah Makan Sumber Hidup, Minggu (24/5/2026).
Kehadiran istri Wali Kota Dokter Aminuddin tersebut menjadi bentuk dukungan bagi perempuan lintas profesi untuk menjaga kebugaran dan menyebarkan energi positif.
Dalam sambutannya, Evariani mengapresiasi perkembangan aktivitas olahraga yang kini telah bertransformasi menjadi bagian dari industri kreatif. Menurutnya, sektor ini mampu menyatukan lintas generasi sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
“Melalui sosok pendiri SSE, Ibu Elisabeth, masyarakat diajak meneladani nilai kemandirian finansial dan pentingnya mencintai diri sendiri tanpa bergantung pada validasi orang lain,” ujar Evariani, yang juga merupakan anggota pusat kebugaran tersebut.
Evariani menambahkan, komunitas perempuan dapat menjadi ruang strategis untuk mengekspresikan kreativitas melalui berbagai kegiatan positif, termasuk pertunjukan busana dan kolaborasi seni.
Ia juga mengajak masyarakat Kota Probolinggo untuk terus berinovasi dan percaya diri dalam mengembangkan potensi agar bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Pendiri SSE, Elisabeth, menceritakan bahwa pusat kebugaran ini berawal dari sebuah komunitas senam sederhana yang dirintis pada tahun 1999. Pada awal berdiri, SSE hanya memiliki sekitar 25 hingga 30 anggota perempuan, serta 20 anak-anak untuk kelas dance.
Namun seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan hidup sehat, kini jumlah anggota SSE telah mencapai ratusan orang.
Perkembangan sanggar ini tidak hanya terlihat dari lonjakan jumlah anggota, tetapi juga ragam kelas olahraga yang semakin variatif.
Jika pada awal berdiri SSE hanya fokus pada senam aerobik, saat ini pusat kebugaran tersebut telah menghadirkan berbagai pilihan kelas populer seperti aerobik, yoga, zumba, pilates, strong nation, hingga poundfit.
Elisabeth berharap SSE dapat terus bergerak aktif dalam memotivasi warga Kota Probolinggo untuk berolahraga.
Ia menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjaga komitmen masyarakat agar tetap rutin bergerak dan menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, bukan sekadar tren sesaat.
“Kami ingin ibu-ibu dan wanita Kota Probolinggo menjadi wanita yang sehat, bugar, dan produktif. Karena mencintai olahraga berarti mencintai diri sendiri dan keluarga,” kata Elisabeth.
Dampak positif kehadiran SSE turut dirasakan oleh para anggotanya. Salah satunya Sri Wahyuni (42), warga Sumber Taman yang telah bergabung selama kurang lebih lima tahun dan rutin mengikuti kelas aerobik.
Menurut Sri, komunitas ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“SSE tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang besar karena mampu mempererat persaudaraan antaranggota dan menciptakan suasana yang menyenangkan.
Semoga SSE semakin sukses dan terus berkembang ke depannya,” pungkas Sri.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












