Lira Fest Dukung Program 100 Event, Angkat Seni Budaya Kota Probolinggo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Probolinggo turut mendukung pengembangan seni, budaya, dan pariwisata, termasuk Musik, melalui penyelenggaraan Lira Fest.

Mengusung tema “Satu Bangsa dalam Satu Nada”, kegiatan ini menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung program 100 event Pemerintah Kota Probolinggo yang bakal digelar 24 Oktober mendatang di stadion 

Wali Kota LIRA Kota Probolinggo, Louis Hariona, mengatakan Lira Fest tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dan memberikan ruang bagi kesenian lokal.

“Lira Fest bukan sekadar pertunjukan musik. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bisa mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi kesenian lokal agar semakin dikenal,” ujar Louis.

Menurutnya, organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, organisasi juga dapat berkontribusi melalui kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Louis menilai program 100 event Pemerintah Kota Probolinggo di bawah kepemimpinan Wali Kota Aminuddin dapat menjadi peluang untuk mengembangkan kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kota.

“Kami ingin ikut mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah kota. Harapannya, kegiatan seperti Lira Fest bisa menjadi kontribusi nyata masyarakat dalam menghidupkan seni, budaya, dan pariwisata di Probolinggo,” katanya.

Baca Juga :  SOP Ajang Mewah Trail Adventure Probolinggo Dipertanyakan, Peserta Patah Tulang Diabaikan

Angkat Seni Lokal dan Potensi Pariwisata

Lira Fest memadukan pertunjukan musik dengan kesenian lokal. Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Keterlibatan seniman dan komunitas lokal dalam berbagai kegiatan menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan seni budaya. Selain itu, agenda hiburan yang dikemas dengan potensi lokal dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung dari dalam maupun luar daerah.

Menurut Louis, pengembangan kegiatan berbasis masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari organisasi, komunitas seni, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah.

“Potensi seni dan budaya yang dimiliki Probolinggo perlu terus diberi ruang. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan daerahnya sendiri dan ikut menjaga kelestariannya,” tuturnya.

Mengedepankan Kemandirian Masyarakat

Selain mengangkat seni budaya, Lira Fest juga mengedepankan semangat kemandirian dalam penyelenggaraannya. Berdasarkan keterangan penyelenggara, kegiatan tersebut dirancang melalui skema swadaya, penggalangan dana, dan penjualan tiket dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Pola tersebut menunjukkan bahwa organisasi masyarakat dapat mengambil inisiatif dalam menghadirkan kegiatan publik tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Jrebeng Lor Probolinggo Gelar Lomba Lampu Hias Rumah

Louis menilai partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan.

“Dukungan terhadap pemerintah tidak harus selalu dalam bentuk anggaran. Masyarakat dan organisasi juga bisa berkontribusi melalui gagasan, tenaga, serta kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Kegiatan semacam ini juga berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama apabila melibatkan pedagang lokal dan memberikan ruang promosi bagi produk mereka.

Perkuat Kolaborasi untuk Probolinggo

Melalui Lira Fest, LIRA Kota Probolinggo berharap semakin banyak organisasi dan komunitas yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan positif bagi masyarakat.

Dukungan terhadap program 100 event diharapkan tidak hanya berorientasi pada jumlah kegiatan, tetapi juga memperhatikan kualitas acara, pelestarian budaya, keterlibatan masyarakat, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan warga.

“Harapan kami, semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat membangun Kota Probolinggo. Ketika pemerintah, organisasi, komunitas, dan masyarakat bisa berjalan bersama, potensi daerah akan lebih mudah dikembangkan,” kata Louis.

Dengan mengusung semangat “Satu Bangsa dalam Satu Nada”, Lira Fest diharapkan menjadi bagian dari kolaborasi masyarakat dalam mendukung pengembangan Kota Probolinggo, khususnya di bidang seni, budaya, dan pariwisata.

Penulis : Id

Editor : Farid

Sumber Berita : Bolinggonews

Berita Terkait

Kapolres Probolinggo Kota Takziah ke Rumah Korban Karhutla Bromo, Beri Dukungan kepada Keluarga
Hari Santri 2026, GP Ansor Kota Probolinggo Gelar Turnamen Futsal 16 Klub
AKBP Lucky Pimpin Polres Probolinggo Kota, Usung Polisi Bersama Masyarakat
Sidak Jalan Citarum, DPRD Pertanyakan Lapisan Dasar Box Culvert
Didampingi LBH GP Ansor, Korban Kehilangan Uang Rp9 Juta Sepakat Berdamai
PCNU Kota Probolinggo Kick Off HSN 2026, Khotmil Qur’an Digelar di 99 Titik
CCTV Ungkap Pencuri Tas Rp9 Juta di Warkop Kota Probolinggo, Uang Dipakai Berobat Anak
Motor Beat Misterius Ditemukan di Tengah Sawah Probolinggo

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Takziah ke Rumah Korban Karhutla Bromo, Beri Dukungan kepada Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Lira Fest Dukung Program 100 Event, Angkat Seni Budaya Kota Probolinggo

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Hari Santri 2026, GP Ansor Kota Probolinggo Gelar Turnamen Futsal 16 Klub

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:57 WIB

AKBP Lucky Pimpin Polres Probolinggo Kota, Usung Polisi Bersama Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Didampingi LBH GP Ansor, Korban Kehilangan Uang Rp9 Juta Sepakat Berdamai

Berita Terbaru