PROBOLINGGO – Pencarian terhadap seorang penyelam tradisional asal Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, berakhir duka. Setelah lima hari dinyatakan hilang di perairan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (5/10/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB dalam kondisi mengambang di tengah laut. Jasad kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, dan tiba sekitar pukul 15.30 WIB.
Dantim Basarnas Banyuwangi, Putu Eka Agus Setiyawan, mengatakan korban ditemukan sekitar 7,3 mil laut dari lokasi awal kejadian dengan arah 71 derajat.
“Korban ditemukan pada hari kelima kurang lebih pukul 12.30 waktu setempat. Berjarak 7,3 mil ke arah 71 derajat dari lokasi. Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Putu.
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Informasi Warga Jadi Petunjuk Pencarian
Penemuan korban bermula dari informasi masyarakat yang melihat adanya jenazah mengambang di tengah laut. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti tim gabungan dengan mengarahkan pencarian ke wilayah perairan Paiton.
Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP I Wayan Mulyana mengatakan, informasi dari masyarakat menjadi petunjuk penting dalam mempersempit wilayah pencarian.
“Jadi sebelumnya kami mendapatkan informasi bahwa ada yang melihat jenazah mengambang di tengah laut. Akhirnya dengan informasi tersebut kami fokuskan pada pencarian di daerah Paiton,” ujarnya.
Tim gabungan bersama keluarga korban kemudian melakukan penyisiran di wilayah perairan tersebut. Dalam proses pencarian, korban akhirnya ditemukan oleh pihak keluarga.
“Tim gabungan bersama pihak keluarga korban sama-sama mencari, dan syukur alhamdulillah korban ditemukan oleh tim keluarga, sehingga langsung dievakuasi ke Pelabuhan Probolinggo,” kata Wayan.
Jenazah Dibawa ke RSUD untuk Visum
Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Tembaga, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.
Wayan mengatakan, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk memastikan ada atau tidaknya indikasi kekerasan.
“Untuk kondisi korban badan sudah mulai membengkak. Untuk proses lanjut kita bawa ke RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo untuk dilakukan visum lebih lanjut. Untuk indikasi kekerasan atau bukan, kita masih menunggu hasil visum,” tegasnya.
Basarnas Ingatkan Penyelam Utamakan Keselamatan
Basarnas mengingatkan para penyelam tradisional agar selalu mengutamakan keselamatan ketika melakukan aktivitas di laut.
Putu menegaskan, pengalaman menyelam yang sudah dimiliki seseorang tidak serta-merta menghilangkan risiko yang dapat terjadi selama berada di bawah permukaan laut.
“Kami mengimbau para penyelam tradisional untuk lebih mengutamakan safety. Walaupun sudah sering dilakukan, tetap harus mengutamakan keselamatan saat melakukan penyelaman,” pungkasnya.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












