PROBOLINGGO – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Probolinggo menjadi momentum bagi GP Ansor untuk mendorong prestasi generasi muda melalui olahraga. Sebanyak 16 klub futsal dari Kota dan Kabupaten Probolinggo mengikuti Turnamen Futsal Ansor Cup yang digelar di Lapangan Pro Futsal, Jalan Gusdur, Kelurahan Ketapang, Jumat (16/10/2026) sore.
Turnamen yang diinisiasi Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai upaya menjaring bibit atlet futsal potensial. Pesertanya pun terbuka untuk masyarakat umum, tidak terbatas pada kader Ansor.
Ketua GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, mengatakan futsal dipilih karena memiliki banyak peminat, khususnya di kalangan anak muda. Menurutnya, potensi tersebut perlu mendapat ruang agar bisa berkembang menjadi prestasi.
“Peringatan Hari Santri kali ini kami rayakan dengan menggelar turnamen futsal yang diikuti klub-klub dari Kota maupun Kabupaten Probolinggo. Futsal banyak diminati anak muda dan menjadi salah satu olahraga bergengsi di wilayah Probolinggo,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Ansor Cup menjadi salah satu bentuk dukungan organisasi dalam menyediakan wadah kompetisi yang positif bagi generasi muda. Dengan membuka kesempatan bagi peserta umum, turnamen ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak talenta lokal.
“Kami melihat banyak anak muda yang menyukai olahraga ini. Karena itu, kami memfasilitasi mereka melalui turnamen seperti ini. Pesertanya bukan hanya anggota internal Ansor, tetapi terbuka untuk umum,” katanya.
KONI Harapkan Lahir Atlet Futsal Berprestasi
Ketua Umum KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, mengapresiasi penyelenggaraan Ansor Cup. Ia menilai kompetisi berbasis komunitas seperti ini dapat menjadi salah satu jalur pembinaan atlet sejak dini.
Menurutnya, turnamen futsal tidak hanya mempertemukan pemain untuk berkompetisi, tetapi juga membuka peluang bagi atlet potensial untuk berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.
“Melalui turnamen Ansor Cup ini, kita melihat GP Ansor mampu menjadi wadah pemersatu, menjaga ukhuwah, sekaligus membina bibit atlet futsal potensial untuk Kota Probolinggo,” ungkap Zulfikar.
Ia berharap, kompetisi tersebut dapat melahirkan pemain-pemain berkualitas yang nantinya berpeluang memperkuat Kota Probolinggo dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur hingga kompetisi tingkat nasional.
Zulfikar juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan, sikap, dan kemampuan menghormati lawan.
“Menang dan kalah itu biasa. Yang terpenting, silaturahmi dan ukhuwah tetap terjaga. Tunjukkan bahwa santri juga menjadi teladan dalam kedisiplinan dan akhlak mulia, termasuk di lapangan,” pesannya.
Hari Santri Jadi Momentum Pengembangan Potensi Anak Muda
Melalui Turnamen Futsal Ansor Cup, GP Ansor Kota Probolinggo berupaya menghadirkan peringatan Hari Santri yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan keagamaan, tetapi juga mendukung pengembangan bakat dan karakter generasi muda.
Keterlibatan 16 klub dari Kota dan Kabupaten Probolinggo diharapkan memperkuat silaturahmi antarkomunitas sekaligus membuka kesempatan bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Ansor Cup pun diharapkan menjadi agenda positif yang berkelanjutan, sehingga potensi futsal di Probolinggo dapat berkembang dan melahirkan atlet berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












