PROBOLINGGO – Upaya mencetak generasi Qur’ani terus dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo. Melalui program Tadribul Qurra (TAQRA), sebanyak 268 anak usia SD/MI mendapat kesempatan mengikuti pelatihan seni membaca Al-Qur’an untuk mengasah kemampuan sekaligus membuka jalan menjadi qori dan qoriah berprestasi.
Tingginya jumlah pendaftar dari lima kecamatan di Kota Probolinggo menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pembinaan seni tilawah sejak usia dini.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap kitab suci.
Pembukaan program TAQRA digelar di Masjid Agung Kota Probolinggo, Minggu (18/10/2026), pukul 07.30 WIB.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA, serta dihadiri jajaran pengurus MUI tingkat kota dan kecamatan, Komisi Seni dan Budaya Islam, serta para pembina.
Dalam sambutannya, KH. Sulthon menjelaskan bahwa pelatihan TAQRA dirancang berlangsung selama dua bulan dengan delapan kali pertemuan.
Kegiatan dijadwalkan setiap Minggu, sedangkan pelatihan selanjutnya akan dipusatkan di masing-masing kecamatan agar lebih mudah dijangkau peserta.
“Melalui pola pembinaan tersebut, peserta diharapkan memperoleh kesempatan belajar secara rutin dengan pendampingan para pembina.
Materi pelatihan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, memperbaiki kualitas bacaan, serta mengenalkan teknik dan seni tilawah sesuai kemampuan masing-masing peserta,” ujar Sulthon.
Pembinaan Sejak Dini, Siapkan Calon Qori dan Qoriah
Menurut Sulthon, usia SD/MI merupakan fase penting untuk menanamkan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an. Selain meningkatkan kemampuan membaca, pengenalan seni tilawah sejak dini juga menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi dan khazanah budaya Islam.
Program TAQRA tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis membaca Al-Qur’an. Pembinaan ini juga diharapkan dapat membentuk karakter anak, mulai dari kedisiplinan, kepercayaan diri, hingga semangat untuk terus belajar dan berprestasi.
Dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kecamatan, MUI Kota Probolinggo berupaya memperluas akses pembinaan Al-Qur’an agar tidak hanya terpusat di satu wilayah. Peran para pembina dan pengurus MUI kecamatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program tersebut.
Peserta Disiapkan Ikuti Lomba pada 2027
Sebagai tindak lanjut, MUI Kota Probolinggo merencanakan penyelenggaraan lomba bagi peserta TAQRA pada 2027. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi sarana evaluasi hasil pelatihan sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam seni membaca Al-Qur’an.
Melalui tahapan pelatihan hingga kompetisi, MUI ingin memastikan pembinaan calon qori dan qoriah berjalan secara konsisten, bukan sekadar kegiatan seremonial.
MUI Kota Probolinggo berharap program TAQRA dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, memiliki kemampuan tilawah yang baik, serta mampu mengharumkan nama daerah melalui prestasi di bidang seni membaca Al-Qur’an.
Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menjaga tradisi membaca Al-Qur’an secara indah, tartil, dan penuh penghayatan agar terus tumbuh di tengah masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












