Kesaksian Mencekam Karyawan Terjebak dalam Lingkaran Pesugihan Toko Bangunan

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bolinggomisteri – Kisah ini bermula pada awal tahun 2016 ketika Tora, seorang pemuda pengangguran di kampung halamannya, menerima tawaran pekerjaan dari seorang tetangga. Kemudian ia bekerja di sebuah toko bangunan milik suaminya di daerah Bekasi.

Tanpa menyangka bahwa keputusan tersebut akan membawanya ke dalam rentetan pengalaman mistis yang mencekam, Tora berangkat. Selanjutnya ia mulai bekerja sebagai operator mesin potong granit.

Kompleks Toko dan Musala Berdarah Mistis

Bangunan toko tersebut berbentuk huruf L. Di bagian depan terdapat area toko, di bagian belakang adalah kamar bos, dan di sampingnya berdiri pabrik pemotongan batu dengan empat unit mesin.

Tepat di dekat mesin pemotongan, terdapat sebuah musala yang sebelumnya diperuntukkan bagi konsumen atau orang yang ingin berwudu dan salat.

Karena letaknya yang paling dekat dengan sumber air, Tora memilih untuk tidur di musala tersebut. Sementara bagian belakang bangunan langsung berbatasan dengan hutan dan jurang penuh ilalang.

Hari-hari awal bekerja tampak biasa saja, di mana Tora memegang mesin pemotong granit dibantu oleh seorang helper bernama Parno. Namun, suasana mulai berubah drastis ketika Pak Haji sang pemilik toko mulai menunjukkan gelagat ganjil.

Ritual Penanaman Tumbal Empat Penjuru

Suatu malam pada pukul 12 malam lewat, Tora diminta bangun oleh Pak Haji untuk membantunya melakukan sesuatu di luar nalar.

Pak Haji membawa sebuah kardus berisi empat bungkusan kain putih, empat kendi, telur angsa berukuran besar, serta kembang tujuh rupa.

Tora dipaksa menggali tanah di empat penjuru pagar toko dan di bawah musala untuk menanam benda-benda tersebut. Ia tidak diizinkan membuka isi bungkusannya terlebih dahulu.

Usai merampungkan ritual penanaman di empat titik penjuru tersebut, Tora beristirahat. Ia sempat mengalami mimpi didatangi sosok kakek-kakek berjubah putih dengan sorban yang memperingatkannya agar memperbanyak salat, istigfar, dan membaca Al-Qur’an karena bahaya mengintai.

Baca Juga :  Ini Penyebab Sniper Indonesia Ditakuti Didunia

Rangkaian Tragedi dan Kecelakaan Misterius

Benar saja, keesokan harinya setelah ritual penanaman tumbal tersebut, serangkaian peristiwa aneh dan kecelakaan maut mulai terjadi di depan toko.

Tepat satu setengah jam setelah aktivitas dimulai, seorang bapak-bapak yang membonceng anaknya menabrak tiang listrik di depan toko secara misterius di jalan raya yang mulus. Akibatnya, sang ayah mengalami luka parah di kepala hingga tewas, sementara anaknya terpental jauh tanpa mengalami luka berarti.

Ketika pekerja baru bernama Aldi menggantikan posisi helper dan diminta lembur, mesin pemotong granit mendadak menjadi sarana ancaman gaib. Aldi terpental hingga sejauh dua meter dan tersengat arus listrik berulang kali tanpa adanya korsleting listrik.

Pada malam berikutnya, Tora melihat dua bola api berputar-putar di atas atap pabrik toko bangunan. Hal itu membuat Pak Haji keluar dengan panik, menghidupkan mobil, dan pergi meninggalkan lokasi hingga pagi hari demi mencari perlindungan kepada guru spiritualnya.

Fakta di Balik Layar: Perang Gaib dan Pantangan Pantang Nasi

Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, Tora bersama temannya, Usep, mendatangi guru spiritual Pak Haji yang berada di Banten. Mereka pergi pada hari Minggu.

Sang aki mengungkapkan bahwa bola api tersebut adalah banaspati, yakni kiriman dari musuh bisnis Pak Haji yang menyerang dari empat penjuru angin sebagai bentuk balas dendam sengketa tanah.

Sang aki juga menyebutkan fakta mengejutkan bahwa Pak Haji tidak pernah memakan sebutir nasi pun dalam hidupnya agar tubuhnya tidak tembus oleh serangan gaib musuhnya. Ini adalah sebuah pantangan yang terbukti kebenarannya karena Tora beberapa kali menyaksikan Pak Haji hanya memakan sayuran, roti, dan buah-buahan.

Baca Juga :  LIRA Siapkan Hasil Investigasi Untuk Polda Jatim Terkait Kapal Tongkang Patah di Probolinggo

Teror Kamar Mandi dan Penampakan Istri Pertama

Ketegangan di toko tersebut tidak berhenti sampai di situ karena kamar mandi di dekat area mesin pemotongan menyimpan energi kelam.

Beberapa konsumen wanita serta istri pekerja yang menggunakan kamar mandi tersebut mendadak mengalami pembengkakan parah di wajah menyerupai disengat tawon secara instan. Namun kemudian bengkak itu kempes dengan sendirinya begitu mereka menjauhi area toko.

Usut punya usut, sosok gaib wanita berambut panjang yang kerap menampakkan diri di area mesin adalah almarhumah istri pertama Pak Haji. Ia meninggal dunia di tempat tersebut secara tidak wajar.

Menyadari hal tersebut, Tora kemudian secara rutin mengirimkan doa dan bacaan Surah Yasin setiap habis magrib untuk almarhumah. Setelah itu, gangguan langsung terhadap dirinya perlahan mereda.

Puncak Konflik dan Keputusan Resign

Sifat dan emosi Pak Haji kian hari kian tidak terkontrol dan sering marah-marah kepada para pekerjanya, bahkan saat waktu salat Jumat tiba.

Merasa suasana kerja sudah sangat toksik dan tidak sehat secara mental maupun spiritual, Tora akhirnya memutuskan untuk resign setelah bekerja selama empat bulan.

Sebelum meninggalkan tempat tersebut, Tora sempat berpamitan secara batin kepada almarhumah istri pertama Pak Haji. Ia melakukannya dengan menghentakkan kakinya ke bumi sebanyak tiga kali.

Tak lama setelah Tora naik bus meninggalkan Bekasi, Usep meneleponnya dan mengabarkan bahwa Pak Haji mendadak kesurupan hebat seperti harimau mengamuk dan tak sadarkan diri di toko. Sementara sang guru spiritual kewalahan menanganinya.

Pengalaman bekerja di toko granit Bekasi tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Tora. Ini menjadi sebuah pelajaran berharga bahwa persaingan bisnis yang tidak sehat, praktik-praktik mistis, serta melupakan nilai-nilai spiritual hanya akan membawa malapetaka bagi mereka yang terjebak di dalamnya.

Penulis : Id

Editor : Farid

Sumber Berita : Badru Capslock YouTube

Berita Terkait

Pramuka Kota Probolinggo Perkuat Peran Strategis Dukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Rutan Kraksaan Gelar Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C untuk Warga Binaan
Wali Kota Probolinggo : Pemkot Tidak Pernah Beri Izin Pengecer Minol
Penggeledahan Berjalan Kondusif, Rutan Kraksaan Bersih dari Barang Terlarang
Beda Iman, Satu Indonesia: FKUB Kota Probolinggo Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Pemkot Probolinggo Gelar Senam dan Lomba Antar-OPD Meriahkan HUT ke-81 RI di Stadion Bayuangga
Tingkatkan Mutu Guru, Pemkot Probolinggo Gelar Pelatihan Lesson Study dan Robotika
Semarak HUT ke-81 RI, 280 Regu Pelajar SD dan SMP Ikuti Lomba Gerak Jalan di Probolinggo

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Kesaksian Mencekam Karyawan Terjebak dalam Lingkaran Pesugihan Toko Bangunan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Pramuka Kota Probolinggo Perkuat Peran Strategis Dukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Rutan Kraksaan Gelar Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C untuk Warga Binaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wali Kota Probolinggo : Pemkot Tidak Pernah Beri Izin Pengecer Minol

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Penggeledahan Berjalan Kondusif, Rutan Kraksaan Bersih dari Barang Terlarang

Berita Terbaru